Rabu, 6 Mei 2026

Wonosobo

Salat Id Berlatar Sindoro di Garung Wonosobo Digelar Jumat Besok

Pelaksanaan salat Idulfitri 1447 H di Dusun Garung Wonosobo pada Jumat (20/3) kembali menawarkan pesona alam Gunung Sindoro yang menawan.

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Banyumas/Imah Masitoh
Salat Idulfitri Berlatar Sindoro, Ribuan orang tumpah ruah mengikuti salat Idulfitri di lapangan Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo yang viral karena keindahan alamnya dengan view Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. 
Ringkasan Berita:
  • Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Lapangan Garung Kabupaten Wonosobo akan digelar pada Jumat (20/3) dengan pemandangan Gunung Sindoro
  • Panitia menambah kapasitas area hingga 50 persen untuk menampung lonjakan jemaah. 
  • Akses lapangan ditutup tepat pukul 06.00 WIB untuk menjaga ketertiban ibadah. 
  • Selain ibadah, kawasan ini juga akan memanjakan wisatawan dengan Festival Mudik dan penerbangan balon udara tradisional pada 22 hingga 23 Maret 2026.

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Pemandangan alam pegunungan kembali membalut momen suci perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Pelaksanaan salat Id di Lapangan Garung dipastikan bakal menyuguhkan latar belakang Gunung Sindoro yang berdiri kokoh.

Titik ibadah ini memang selalu viral di jagat maya setiap kali Lebaran tiba. Harmonisasi antara sejuknya udara pagi, pesona alam, dan ribuan jemaah membuat prosesi ibadah terasa jauh lebih khidmat sekaligus mendamaikan jiwa.

Kapasitas Area Ditambah

Baca juga: Tempat Wisata Wonosobo Diprediksi Ramai saat Libur Lebaran, Ada Telaga Menjer

Mengusung tajuk “Rayakan Kemenangan dengan Pemandangan Menawan”, agenda salat Idulfitri tahun ini diproyeksikan bisa memberi sentuhan spiritual yang membekas di hati jemaah lewat keasrian alam bebas.

Ketua panitia penyelenggara, Yakup Ari Wibowo, memastikan bahwa pelaksanaan ibadah salat akan dimulai pada Jumat (20/3/2026) tepat pukul 06.00 WIB di lokasi tersebut.

“Kami ingin menghadirkan suasana ibadah yang tidak hanya khusyuk, tetapi juga memberikan pengalaman berbeda melalui keindahan alam Garung,” ujar Yakup, Rabu (18/3/2026).

Ia memaparkan bahwa persiapan matang telah dilakukan, salah satunya dengan memperlebar zonasi saf guna menampung antusiasme warga yang selalu membeludak.

“Tahun ini kapasitas kami tingkatkan hingga sekitar 50 persen agar lebih banyak jemaah dapat tertampung dengan nyaman,” jelasnya.

Tutup Tepat Waktu

Demi memastikan kelancaran ibadah, panitia akan mengunci akses menuju area utama lapangan tepat pada pukul 06.00 WIB.

“Kami mengimbau masyarakat untuk datang lebih awal dan tidak memaksakan masuk setelah portal ditutup,” tambah Yakup.

Bagi masyarakat yang kehabisan tempat di lapangan, pihak penyelenggara sudah menyiapkan sejumlah masjid alternatif di sekitar lokasi, yakni Masjid Al Amin, Masjid Al Falah, serta Masjid Al Mansyur.

Pesan untuk Warga

Sementara itu, Camat Kalikajar, Aldhiana Kusumawati, mengimbau warganya untuk menjadi tuan rumah yang baik bagi para jemaah pendatang maupun pelancong.

“Mari kita sambut tamu dengan ramah, jaga kebersihan, serta ciptakan suasana yang aman dan kondusif selama perayaan Idulfitri,” ujarnya.

Ia pun sepakat dengan panitia mengenai kedisiplinan waktu agar ibadah tetap syahdu dan tidak terganggu oleh jemaah yang terlambat.

“Kami mengingatkan agar jamaah tidak memaksakan diri masuk ketika portal sudah ditutup,” tegasnya.

Festival Balon Udara

Tak cuma sekadar lokasi salat, kawasan Kalikajar sendiri mempunyai sederet objek wisata alam yang memanjakan mata, semisal kawasan Jalisu dan Curug Mangku Klowoh. Semarak Lebaran di tempat ini bakal disambung dengan kemeriahan tradisi menerbangkan balon udara pada hari berikutnya yang digelar di beberapa desa di Kecamatan Kalikajar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, membeberkan bahwa Lapangan Garung turut dimasukkan ke dalam rangkaian agenda Festival Mudik 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 22-23 Maret.

“Festival ini mengusung tema ‘Mabur Bareng Komunitas Balon Wonosobo’ sebagai upaya melestarikan tradisi sekaligus menarik wisatawan,” ungkap Fahmi.

Ia berekspektasi rentetan acara ini mampu mencetak memori indah bagi para pemudik dan wisatawan yang singgah.

“Kami ingin menghadirkan perpaduan antara nilai religius, budaya, dan keindahan alam dalam satu momentum,” tambahnya.

Sebagai penutup, Fahmi meminta seluruh elemen masyarakat untuk merawat kebersihan dan kelestarian lingkungan setempat.

“Mari kita jaga bersama agar kawasan ini tetap nyaman dan lestari untuk dinikmati,” pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved