Sabtu, 25 April 2026

Berita Jateng

3 Vihara di Pati Sediakan Fasilitas Rehat dan Menginap Pemudik

Kementerian Agama (Kemenag) merekomendasikan tempat-tempat ibadah menjadi rest area bagi pemudik. 

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas
TEMPAT REHAT PEMUDIK - Petugas KUA Juwana, Pati, Kisruh Adi Setiawan, menunjukkan Vihara Lokapanna Sampurna di Desa Growong Lor yang menjadi salah satu tempat yang disediakan Kemenag untuk tempat istirahat bagi pemudik, Selasa (17/3/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Musim mudik lebaran Idulfitri 1447 H telah tiba.


Demi berkontribusi memberikan kenyamanan bagi para pemudik, Kementerian Agama (Kemenag) merekomendasikan tempat-tempat ibadah menjadi rest area bagi pemudik


Uniknya, tempat ibadah yang dimaksud bukan hanya masjid atau musala, melainkan juga tempat ibadah umat agama lain.


Tak terkecuali vihara atau wihara yang merupakan rumah ibadah bagi umat Buddha.


Vihara juga menjadi rekomendasi tempat untuk melepas lelah di tengah perjalanan mudik.


Di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, terdapat tiga vihara yang ditunjuk oleh Kemenag sebagai tempat rehat bagi pemudik


Ketiga vihara tersebut adalah Vihara Shaddhadipa di Desa Sejomulyo, Vihara Lokapanna Sampurna di Desa Growong Lor, dan Vihara Vidyaloka di Desa Pekuwon.


Penyuluh Agama Buddha Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Juwana, Kisruh Adi Setiawan, mengonfirmasi bahwa ketiga vihara ini terbuka sebagai tempat beristirahat bagi siapa pun yang sedang mudik


"Ini menjadi kesempatan baik bagi umat Buddha untuk bisa membantu teman-teman yang sedang perjalanan mudik dan berpuasa. Kami pun diperkuat adanya surat dari Kemenag untuk bisa menjadikan vihara yang ramah pemudik," jelas dia, Selasa (17/3/2026).


Dia menegaskan, semua umat beragama dapat singgah, beristirahat, bahkan menginap di vihara yang telah dilengkapi fasilitas bagi pemudik ini.


"Ketika orang mudik, mereka capek. Butuh istirahat, butuh toilet. Nggak harus memandang agama apa. Kalau kita punya fasilitas yang bisa dimanfaatkan dan mereka mau, silakan. Intinya kami tidak membatasi dari Buddhis saja, non-Buddhis kalau berkenan istirahat di vihara juga kami layani," ujar Adi.


Menurut dia, program vihara ramah pemudik baru dijalankan tahun ini.

Baca juga: Dicap sebagai Kabupaten Termiskin, Kebumen Justru Suplai Jemaah Haji Terbanyak di Jateng


Dia berharap program ini bisa memperkuat rasa persaudaraan dan toleransi antarumat beragama.


"Kami harapkan, program yang tahun kemarin belum ada ini bisa memperkuat rasa persaudaraan dan toleransi kita. Tidak pandang agamanya apa, kalau butuh ya saling bantu," papar Adi.


Dia menambahkan, fasilitas yang disediakan vihara cukup memadai untuk membuat nyaman pemudik. Ada toilet, aula luas, dan beberapa kasur.


"Pemudik bisa bermalam meski tempatnya tidak mewah. Ketiga vihara yang tersedia, bisa kita lihat juga cukup kapasitasnya untuk menampung rombongan," tandas dia. (mzk)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved