Rabu, 8 April 2026

Berita Wonosobo

Musrenbang RKPD 2027: Wonosobo Perkuat Hilirisasi Pertanian dan Transformasi Pariwisata

Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyepakati arah dan prioritas pembangunan daerah sekaligus menyelaraskan berbagai usulan masyarakat

Penulis: Imah Masitoh | Editor: Rustam Aji
Tribun Jateng/Foto istimewa Diskominfo Wonosobo 
MUSRENBANG - Suasana pelaksanaan Musrenbang RKPD 2027 Kabupaten Wonosobo di Gedung Sasana Adipura, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini membahas prioritas pembangunan daerah yang menitikberatkan pada penguatan sektor pertanian dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. 

Ringkasan Berita:
  • Modernisasi dan hilirisasi pertanian serta transformasi pariwisata berkelanjutan menjadi fokus pembangunan Kabupaten Wonosobo pada 2027, yang dibahas dalam Musrenbang untuk penyusunan RKPD Tahun 2027.
  • Musrenbang RKPD 2027 merupakan momentum strategis untuk meneguhkan arah pembangunan daerah sekaligus menyelaraskan visi pembangunan
  • Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menegaskan Musrenbang RKPD 2027 merupakan momentum penting untuk meneguhkan arah pembangunan daerah 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Modernisasi dan hilirisasi pertanian serta transformasi pariwisata berkelanjutan menjadi fokus pembangunan Kabupaten Wonosobo pada 2027.


Hal itu telah dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.


Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyepakati arah dan prioritas pembangunan daerah sekaligus menyelaraskan berbagai usulan masyarakat dengan kebijakan pemerintah provinsi dan nasional.


Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menegaskan bahwa Musrenbang RKPD 2027 merupakan momentum penting untuk meneguhkan arah pembangunan daerah agar selaras dengan kebutuhan masyarakat sekaligus visi pembangunan jangka panjang daerah.


“Musrenbang RKPD 2027 merupakan momentum strategis untuk meneguhkan arah pembangunan daerah sekaligus menyelaraskan visi pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/3/2026).

Baca juga: Lokawisata Baturraden Siap Sambut Wisatawan saat Libur Lebaran, Kerahkan 116 Petugas Pengaman


Menurutnya, tema yang diangkat dalam Musrenbang tahun ini, yakni Modernisasi dan Hilirisasi Pertanian serta Transformasi Pariwisata Berkelanjutan.


Tema ini mencerminkan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat sektor unggulan yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Wonosobo.


“Pertanian merupakan sumber kehidupan masyarakat Wonosobo yang harus terus kita dorong agar semakin produktif, bernilai tambah, dan mampu menjawab kebutuhan zaman. 


Sementara pariwisata adalah wajah daerah kita yang harus dikelola secara bijak agar tetap berkelanjutan, menjaga alam dan budaya sekaligus memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Afif.


Sebagai bentuk simbol komitmen terhadap penguatan sektor agrobisnis dan pariwisata, merchandise Musrenbang tahun ini diwujudkan dalam paket produk lokal Wonosobo. 


Paket tersebut berisi sayur-mayur yang dikemas menarik hasil kerja sama dengan KTNA Kecamatan Garung, bibit sayuran, teh Tambi, serta tiket kunjungan ke objek wisata Telaga Menjer.

Baca juga: Ini Daftar Pejabat Cilacap Diperiksa dalam OTT KPK, Tidak Ada Wakil Bupati


Sementara itu, Kepala Bappeda Wonosobo Tono Prihantono menjelaskan bahwa Musrenbang RKPD 2027 bertujuan untuk menyepakati prioritas pembangunan daerah sekaligus mengintegrasikan berbagai usulan dari Musrenbang kecamatan dan forum perangkat daerah.


“Musrenbang ini menjadi tahapan penting untuk menyelaraskan rencana pembangunan daerah dengan kebijakan provinsi dan nasional, sekaligus mengintegrasikan berbagai aspirasi masyarakat yang telah dihimpun sebelumnya,” jelasnya.


Ia menambahkan bahwa proses penyusunan RKPD 2027 telah melalui beberapa tahapan, mulai dari forum konsultasi publik pada Januari 2026, Musrenbang kecamatan pada Februari 2026, hingga forum perangkat daerah pada awal Maret 2026 sebelum akhirnya dibahas dalam Musrenbang kabupaten.


Melalui forum ini, berbagai usulan dan aspirasi yang disampaikan peserta diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah. 


Pemerintah Kabupaten Wonosobo menegaskan komitmennya untuk terus mengakomodasi aspirasi masyarakat melalui mekanisme perencanaan pembangunan yang partisipatif. (ima)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved