Minggu, 26 April 2026

Berita Pati

Mengenal Nyai Alfiyah: Ulama Perempuan Pati, Pakar Herbal dan Leluhur Gus Baha

Sosok Nyai Alfiyah, putri Syekh Mutamakkin Pati, dikenal sebagai perempuan pakar pengobatan herbal. Warisannya kini dikembangkan secara medis.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Rustam Aji
Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
MAKAM NYAI ALFIYAH- Pengurus Islamic Centre Kajen, Mohammad Zuli Rizal, menunjukkan makam Mbah Alfiyah, putri Syekh Ahmad Mutamakkin, di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, Sabtu (28/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Warisan Nyai Alfiyah kini telah bertransformasi menjadi produk herbal modern dengan merek "Surgi Joyo".
  • Di bawah naungan KH Ahmad Zaki Fuad Abdillah, jurusan Farmasi SMK Cordova mengolah temulawak, jahe, kunyit, hingga bunga telang menjadi suplemen peningkat imun yang sempat populer saat pandemi lalu.
  • Upaya penggandaan manuskrip ini diharapkan dapat melestarikan khazanah pengobatan tradisional Nusantara sekaligus mempertegas peran sentral ulama perempuan dalam tatanan sosial dan

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI – Warisan intelektual Syekh Ahmad Mutamakkin (1645-1740) ternyata tidak hanya terbatas pada ilmu fikih dan tasawuf, tetapi juga merambah ke dunia medis herbal melalui putrinya, Nyai Alfiyah.

Ulama perempuan yang hidup pada abad ke-18 ini dikenal sebagai pakar pengobatan tradisional yang jejak keilmuannya kini mulai diteliti secara akademis.

Nyai Alfiyah, yang juga merupakan nenek moyang dari ulama kondang KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha), memiliki kedalaman ilmu kebatinan dan pengobatan zahir.

Sosok yang dijuluki "Mbah Nyai Godek" ini diyakini mendapatkan keahlian mengenali tanaman obat saat menjalani masa uzlah (penyendirian spiritual) di Gua Pangonan, Desa Gunungsari, Tlogowungu, Pati.

Baca juga: Dua Pendaki Asal Purwokerto Hipotermia di Gunung Bismo Wonosobo, Evakuasi Berlangsung Dramatis

Dari 'Ilmu Laduni' ke Laboratorium Farmasi

Pengurus Islamic Centre Kajen, Mohammad Zuli Rizal, mengungkapkan bahwa kemahiran Nyai Alfiyah dalam meracik tanaman liar menjadi obat bermula dari bertahan hidup di alam.

"Masyarakat meyakini dari sanalah beliau mendapatkan keilmuan untuk mengetahui manfaat setiap tumbuhan," ujar Zuli, Sabtu (28/2/2026).

Kearifan lokal ini kini menarik perhatian dunia pendidikan. Guru-guru Farmasi dari SMK Cordova Margoyoso telah melakukan penelitian lapangan di wilayah Pangonan untuk melacak jejak pengobatan tersebut.

Hasil penelitian membuktikan bahwa tanaman pegunungan di lokasi tersebut efektif mengobati diabetes, penyakit kulit, hingga penyakit ternak.

Baca juga: Sekutu Teluk Mendidih, Anggap Donald Trump Hanya Fokus Lindungi Israel dari Rudal Iran

Inspirasi Produk Herbal Modern

Warisan Nyai Alfiyah kini telah bertransformasi menjadi produk herbal modern dengan merek "Surgi Joyo".

Di bawah naungan KH Ahmad Zaki Fuad Abdillah, jurusan Farmasi SMK Cordova mengolah temulawak, jahe, kunyit, hingga bunga telang menjadi suplemen peningkat imun yang sempat populer saat pandemi lalu.

"Saat ini kami tengah berupaya melacak manuskrip kuno milik Nyai Alfiyah yang berisi daftar resep pengobatan. Informasinya, naskah asli berada di tangan keturunannya di Bangsri, Jepara," tambah Zuli.

Upaya penggandaan manuskrip ini diharapkan dapat melestarikan khazanah pengobatan tradisional Nusantara sekaligus mempertegas peran sentral ulama perempuan dalam tatanan sosial dan kesehatan masyarakat di masa lalu.(mazka)

Baca juga: Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Unggahan Terakhir Sang Penyanyi Jadi Sorotan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved