Selasa, 14 April 2026

Berita Jateng

Kejar Target Mudik 2026: Proyek Jalan Nasional Jateng-DIY Wajib Setop H-10 Lebaran

BBPJN Jateng-DIY targetkan seluruh perbaikan jalan nasional berhenti H-10 Lebaran 2026. Simak titik perbaikan di Pantura

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Rustam Aji
Tribun Jateng/Eka Yulianti Fajlin
KESIAPAN LEBARAN - Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY, Iqbal Tamher memberikan keterangan pers terkait perbaikan jalan sebagai kesiapan arus mudik lebaran 2026 di Kantor BBPJN Jateng DIY, Jumat (27/2/2026).  
Ringkasan Berita:
  • Sejumlah ruas jalan nasional di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah diperbaiki menjelang arus mudik Lebaran 2026.
  • Seluruh pekerjaan konstruksi ditargetkan dihentikan sementara mulai H-10 sebelum Lebaran
  • Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY, Iqbal Tamher mengatakan, penghentian sementara itu mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Korlantas Polri.

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN – Seluruh pekerjaan konstruksi dan perbaikan jalan nasional di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditargetkan berhenti total pada H-10 sebelum Lebaran 2026.

Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik dan balik Idulfitri mendatang.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY, Iqbal Tamher, menegaskan bahwa kebijakan penghentian sementara ini sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Korlantas Polri.

"Kami targetkan H-10 sebelum Lebaran semua kegiatan di ruas jalan nasional sudah dihentikan. Pekerjaan baru akan dilanjutkan kembali setelah arus mudik dan balik usai," jelas Iqbal dalam konferensi pers di Ungaran, Jumat (27/2/2026) malam.

Baca juga: Tolak Tambang Uruk Tol Jogja-Bawen, Warga Borobudur Laporkan Dugaan Manipulasi Data ke DLHK Jateng

Fokus Perbaikan Jalur Pantura dan Kaligawe

Saat ini, sejumlah paket pekerjaan besar masih dikebut, terutama di Jalur Pantai Utara (Pantura).

Beberapa titik krusial meliputi ruas Pemalang-Pekalongan (9,71 km), Pekalongan-Batang-Plelen (17 km), hingga Kudus-Pati-Rembang (14,37 km).

Khusus untuk kawasan Kaligawe, Semarang yang kerap terendam banjir, pihak BBPJN melakukan peninggian jalan secara kolaboratif.

Jalur sepanjang 700 meter ke arah Demak dipastikan sudah menggunakan konstruksi rigid (beton) dan siap difungsikan secara optimal menjelang H-10.

"Sepanjang 700 meter ruas Kaligawe arah Demak sudah bisa fungsional. Kami mohon maaf jika saat ini perjalanan terganggu karena ada kemacetan akibat pengerjaan fisik," tambah Iqbal.

Baca juga: Manajemen PSIS Semarang Siapkan Bonus Besar ke Pemain jika Mampu Tumbangkan Persiba Balikpapan

Kesiapan Jalur Penghubung dan Pansela

Selain Pantura, perbaikan juga menyasar jalur penghubung menuju wilayah selatan seperti ruas Pejagan-Prupuk sepanjang 9,22 km dan Tegal-Slawi-Wangon sepanjang 19,39 km.

Jalur ini menjadi urat nadi utama bagi pemudik yang menuju arah Banyumas, Purwokerto, hingga Cilacap.

Berdasarkan survei semester II tahun 2025, tingkat kemantapan jalan nasional di Jateng-DIY saat ini mencapai 94,20 persen.

Meski secara umum dalam kondisi baik, BBPJN tetap menyiagakan tim untuk memantau titik-titik rawan guna memastikan kenyamanan pemudik di sepanjang 1.888,69 kilometer jalan nasional di dua provinsi tersebut. (eyf)

Baca juga: Buntut Kasus Bupati Sudewo: Tim Penyidik KPK Geledah Kediaman Mantan Pj Sekda Pati, 3 Koper Diangkut

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved