Senin, 4 Mei 2026

Berita Jateng

Ledakan Petasan Makan Korban di Wonosobo, Bahan Peledak Dijual Online

Kasus ledakan petasan pada awal Ramadan di wilayah Kertek Wonosobo menjadi sorotan aparat kepolisian

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
Tribun Jateng/Bram Kusuma
Ilustrasi petasan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Kasus ledakan petasan pada awal Ramadan di wilayah Kertek Wonosobo menjadi sorotan aparat kepolisian setelah menimbulkan korban dengan luka serius. 


Insiden ini tidak hanya berdampak pada keselamatan individu, tetapi juga memunculkan kekhawatiran terhadap maraknya peredaran bahan peledak ilegal di masyarakat.


Kapolres AKBP M. Kasim Akbar Bantilan menegaskan bahwa petasan memiliki risiko tinggi karena efek ledakannya sulit dikendalikan, terutama jika dirakit secara mandiri tanpa standar keamanan.


“Kita bisa lihat korban-korbannya semuanya itu dalam kondisi luka yang sangat parah,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Baca juga: Bupati Lilis Tinjau Jalan Rusak, Perbaikan Permanen Sejumlah Ruas di Kebumen Dimulai Pasca-Lebaran


Meski demikian, Kapolres Wonosobo menyebut kondisi korban terakhir dilaporkan mulai membaik setelah mendapatkan perawatan medis.


"Untuk informasi terakhir sudah membaik," ungkapnya.

Asal bahan

Kepolisian kini fokus menelusuri asal bahan petasan yang beredar di masyarakat. 


Salah satu temuan awal menunjukkan bahwa bahan tersebut diduga diperoleh melalui transaksi daring, sehingga memperluas jalur distribusi yang sulit diawasi.


“Dan itu tentu diperoleh rata-rata melalui media online,” kata Kapolres.


Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap rantai pasokan hingga pihak yang menjual bahan berbahaya tersebut, termasuk kemungkinan adanya jaringan distribusi lintas daerah.


Sebagai langkah pencegahan, kepolisian meningkatkan patroli rutin terutama pada waktu rawan antara tengah malam hingga menjelang sahur. 


Patroli dilakukan secara intensif melalui kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan melibatkan seluruh jajaran kepolisian sektor.


Jam dini hari dipilih karena aktivitas masyarakat cenderung meningkat pada waktu tersebut, termasuk potensi penggunaan petasan oleh kelompok tertentu.


Selain patroli, polisi juga melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat melalui program kunjungan warga untuk memberikan edukasi terkait bahaya petasan dan keamanan lingkungan.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved