Minggu, 10 Mei 2026

Berita Jateng

Tak Ada Pengurangan dari Pertamina, Warga Blora Bingung Mengapa LPG Langka

Sudah tiga hari ini, stok LPG 3 Kg di tokonya kosong. Biasanya Siti, mendapat kiriman LPG dari seseorang setiap tiga hari sekali

Tayang:
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/M Iqbal Shukri
LPG LANGKA - Siti Wardiani, seorang pedagang asal Purwosari, saat membeli tabung LPG 4 kg kosongan, Selasa (24/2/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Masyarakat di Blora saat ini tengah kesulitan mencari LPG 3 kilogram. 


Salah satunya dialami oleh Siti Wardiani, seorang pedagang asal Purwosari, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.


Sudah tiga hari ini, stok LPG 3 Kg di tokonya kosong. Biasanya Siti, mendapat kiriman LPG dari seseorang setiap tiga hari sekali. 


"Tapi sudah 3 hari ini, saya sudah enggak dikirimi lagi. Biasanya dikirim 4 sampai 10 tabung. Tapi udah 3 hari ini nggak dikirimi lagi."


"Saya dapat LPG itu bukan dari pangkalan, karena kalau bukan anggota kan enggak boleh beli. Jadi saya dikirimi orang yang cari dari pangkalan gitu," jelasnya, Selasa (24/2/2026).


Lebih lanjut, Siti biasanya membeli LPG 3 kg itu di harga Rp 22 ribu. Kemudian dirinya menjual ke warga Rp 24 ribu."


"Harga Rp 24 ribu aja itu udah berebut kok," terangnya.


Di toko miliknya, Siti hanya memiliki empat tabung. Sehingga dirinya ini berinisiatif untuk membeli tabung kosong.


Untuk mendapatkan tabung kosong itu, dirinya harus menempuh jarak 9 kilometer dari rumahnya, di Pangkalan LPG 3 kg Effendi, wilayah Jalan Mr Iskandar Blora. 


"Kalau ini saya beli tabung kosongan harga Rp 160 ribu. Ini nanti saya mau mencari ke mana-mana yang ada isinya, untuk dijual," terangnya.

Baca juga: Dari Arahan Presiden, Gerakan Korve di Kebumen akan Diikuti Lomba Kebersihan


Siti membeli sekitar 4 tabung kosong LPG 3 kg. Ia menaruh tabung-tabung itu di motornya. Setelah membeli, dia langsung beranjak dari pangkalan.


Sementara itu, salah seorang pemilik pangkalan LPG 3 kg, Effendi, mengatakan setiap kali pengiriman pangkalannya mendapatkan 140 tabung LPG 3 kg.


"Itu seminggu tiga kali," ujarnya.


Menurutnya, saat pasokan LPG 3 kg datang, tidak membutuhkan waktu lama langsung habis. 


"Saya jual dengan harga HET Rp18 rib per tabung. Itu enggak sampai satu jam sudah habis," terangnya.


Effendi mengatakan permintaan LPG 3 kg di momen Ramadan naik signifikan. Selain membeli LPG 3 kg, ada sebagian pedagang yang juga membeli tabung LPG yang kosong.


"Ya di sini juga menyediakan tabung gas kosongan," paparnya.


Terkait kelangkaan LPG 3 kg, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menindaklanjutinya dengan mengecek di lapangan langsung, ke pangkalan-pangkalan. 


Dirinya bersama stakeholder terkait ke pangkalan untuk mengurai kendala yang ada.


"Ini tadi dari Pertamina tidak ada pengurangan. Tapi justru kita pada hari ini minta ada penambahan. Tujuannya demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang sedang membutuhkan," jelasnya.


Menurut Sri Setyorini, ada beberapa faktor yang menyebabkan kelangkaan LPG 3 kg di Blora.


"Kelangkaan ini mungkin ada sebabnya. Satu, penambahan UMKM untuk melayani puasa. Entah takjil-takjil baru muncul. Itu saja baru analisa saya baru itu. Nanti yang lainnya, kita lihat dulu di lapangan," paparnya.(Iqs)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved