Kamis, 9 April 2026

Berita Jateng

Benedikt Ungkap Peluang Jadi Perawat di Jerman Terbuka, Gaji 4000 Euro

FIKES UMP menggelar kuliah pakar bertema Career Perspectives for Nurses in Germany

Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas
Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar kuliah pakar bertema Career Perspectives for Nurses in Germany, Selasa (10/2/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar kuliah pakar bertema Career Perspectives for Nurses in Germany, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan ini menghadirkan pemateri Benedikt Schneider serta Adam Pamma, Direktur Malikal Zentrum Institute.

Kuliah pakar ini diikuti mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan khususnya pada profesi ners secara daring dan online  serta alumni sebagai upaya membuka wawasan tentang peluang karier perawat di luar negeri, khususnya di Jerman.

Wakil Dekan III FKES UMP, Ns. Endiyono, S.Kep., M.Kep., dalam sambutannya mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang belajar dan diskusi.

“Semoga teman-teman bisa menyimak kuliah pakar pada siang ini. Kita juga memiliki salah satu mahasiswa yang diterima di Jerman, sehingga bisa menjadi referensi untuk bertanya terkait administrasi. Kita harus mampu mengubah paradigma, karena dunia terus berkembang,” ujar Endiyono.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran pemateri serta partisipasi mahasiswa dalam kegiatan tersebut.

Dalam pemaparan materi, Benedikt Schneider menjelaskan bahwa peluang kerja bagi perawat di Jerman cukup terbuka. Namun, menurutnya, penguasaan bahasa menjadi faktor utama yang harus dipersiapkan.

“Intinya adalah bahasa. Jika ingin bekerja di Jerman, kemampuan bahasa harus benar-benar dimatangkan,” jelas Benedikt.

Baca juga: Persibangga Purbalingga Target Lolos Liga 4 Nasional

Ia menambahkan bahwa kemampuan bahasa tidak hanya menjadi syarat administratif, tetapi juga menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas profesional serta beradaptasi dengan lingkungan kerja.

Sementara itu, Adam Pamma menjelaskan aspek budaya kerja dan sistem profesional di Jerman.

Ia menekankan bahwa perawat yang bekerja di sana harus mampu menyesuaikan diri dengan kultur kerja yang disiplin dan berbasis standar.

Menurut Adam, bekerja sebagai perawat di Jerman berarti mengikuti regulasi dan standar kerja yang berlaku, termasuk sistem pelayanan kesehatan dan etika profesi.

Selain itu, ia juga memaparkan berbagai fasilitas yang diperoleh perawat yang bekerja di Jerman.

Salah satu yang menjadi perhatian peserta adalah standar gaji yang menggunakan mata uang euro.

“Untuk perawat profesional, gaji bisa mencapai sekitar 4.000 euro. Selain itu, perawat yang bekerja di Jerman juga mendapatkan fasilitas sesuai standar negara tersebut, termasuk jaminan asuransi,” ungkap Adam.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved