Berita Kudus
Anggaran DBHCHT Kudus 2026 Anjlok Rp140 Miliar, Proyek Jalan dan Bansos Dipangkas Drastis
Anggaran DBHCHT Kudus 2026 anjlok Rp140 miliar. Bansos dipangkas 50?n dana perbaikan jalan terjun bebas. Cek dampak lengkapnya di sini!
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus merosot tajam sebesar Rp140,5 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
- Penurunan drastis ini berdampak langsung pada pemangkasan besar-besaran anggaran bantuan sosial (bansos) hingga proyek infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi perekonomian warga.
- Pemangkasan paling signifikan terjadi pada program fasilitasi bantuan sosial kesejahteraan keluarga.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS – Kabupaten Kudus harus menghadapi kenyataan pahit pada awal tahun 2026.
Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima daerah berjuluk Kota Kretek ini merosot tajam sebesar Rp140,5 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan drastis ini berdampak langsung pada pemangkasan besar-besaran anggaran bantuan sosial (bansos) hingga proyek infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi perekonomian warga.
Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Kudus, Dwi Agung Hartono, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 ini Kudus hanya mendapatkan alokasi DBHCHT sebesar Rp143,2 miliar.
Baca juga: DBHCHT Kabupaten Kudus Tahun 2026 Turun Drastis, dari Rp 283,7 Miliar jadi Rp 143,2 Miliar
Angka ini turun lebih dari 50 persen dibandingkan perolehan tahun 2025 yang mencapai Rp283,7 miliar.
"Penurunan DBHCHT yang diterima Kabupaten Kudus ini selaras dengan penurunan transfer pemerintah pusat ke daerah. Kondisi ini membuat beberapa program strategis terpaksa dipangkas anggarannya," ujar Agung saat dikonfirmasi, Minggu (8/2/2026).
Dampak Nyata: Bansos dan Perbaikan Jalan Terpangkas
Pemangkasan paling signifikan terjadi pada program fasilitasi bantuan sosial kesejahteraan keluarga.
Jika pada 2025 program ini menyerap dana hingga Rp59 miliar, tahun ini alokasinya menciut menjadi Rp29,3 miliar atau hampir separuhnya.
Sektor infrastruktur juga mengalami pergeseran drastis. Anggaran rehabilitasi jalan yang semula dijatah Rp52,8 miliar pada 2025, kini hanya menyisakan Rp4 miliar di tahun 2026.
Meski ada kenaikan kecil di pos pembangunan jalan baru sebesar Rp10,5 miliar, total kumulatif anggaran jalan tetap mengalami penurunan tajam.
Baca juga: Gerindra Cilacap Targetkan 12 Kursi di Pemilu 2029, Sejumlah Pejabat dan ASN Mulai Merapat
Kesehatan Jadi Prioritas di Tengah Efisiensi Anggaran DBHCHT
Krisis anggaran ini turut menjalar ke fasilitas kesehatan. Pengembangan puskesmas dan pengadaan alat kesehatan (alkes) kompak mengalami penurunan alokasi sekitar 30-40 persen.
Bahkan, anggaran pengembangan RSUD Kudus yang pada tahun lalu mencapai Rp47 miliar, kini dihapus total atau menjadi nol rupiah pada tahun 2026.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kudus mengambil langkah tegas untuk tetap memprioritaskan layanan dasar bagi masyarakat miskin.
| Bupati Kudus Ajak Warga Investasi Sisa THR ke Tabungan Emas: Amankan Masa Depan Anak! |
|
|---|
| Dilepas Isak Tangis Karyawan, Jenazah Bos Djarum Bambang Hartono Diberangkatkan ke Rembang |
|
|---|
| Pemkab Kudus Siapkan 6 Bus Balik Gratis, Lebih Sedikit dari Mudik Gratis. Berangkat 28 Maret |
|
|---|
| Masyarakat Diizinkan Melayat ke GOR Djarum Jati Kudus Beri Penghormatan Terakhir Bambang Hartono |
|
|---|
| Sambut Kedatangan Jenazah Michael Bambang Hartono, Ribuan Karyawan PT Djarum Berkaca-kaca |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/rokok-sitaan-okke.jpg)