Senin, 8 Juni 2026

Berita Jateng

Pria di Wonosobo Meninggal saat Salat, Tertimpa Longsor

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka ringan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas
TANAH LONGSOR - Tim BPBD Wonosobo melaksanakan evakuasi terhadap korban yang terdampak kejadian tanah longsor di Dusun Wonokasian RT 01 RW 04, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, pada Sabtu (7/2/2026) malam. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka ringan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Wonokasian RT 01 RW 04, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, pada Sabtu (7/2/2026) malam.


Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka ringan.


Koordinator TRC BPBD Wonosobo, Sabarno, mengatakan, tanah longsor dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut dengan durasi lebih dari dua jam. 


"Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan pergerakan tanah di bagian belakang rumah warga hingga longsor dan menimpa bangunan rumah yang berada di bawahnya," ungkapnya.


Akibatnya, satu unit rumah roboh dan menimpa penghuninya.


BPBD Kabupaten Wonosobo menerima informasi awal kejadian dari warga setempat dan segera melakukan langkah tanggap darurat. 


Tim BPBD bersama unsur terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan evakuasi korban.


Dalam kejadian tersebut, seorang warga bernama Sopingi (80) dinyatakan meninggal dunia akibat tertimbun material longsoran. 


Saat kejadian, korban dilaporkan sedang melaksanakan salat Maghrib di dalam rumahnya. 


"Iya betul informasi sedang salat untuk yang meninggal dunia itu," ungkapnya saat dihubungi tribunjateng.com. 


Material longsoran yang tiba-tiba menimpa bangunan menyebabkan korban tidak sempat menyelamatkan diri.


"Sementara korban lainnya bernama Sugiarti, yang juga berada di dalam rumah saat kejadian, mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan," imbuhnya.


BPBD Kabupaten Wonosobo melaporkan bahwa fokus penanganan di lokasi meliputi proses evakuasi korban serta asesmen dampak bencana. 


Petugas memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun dan melakukan pendataan terhadap kondisi rumah serta lingkungan sekitar yang berpotensi terdampak lanjutan.


BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang.


Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda longsor.


"Langkah ini penting guna meminimalkan risiko dan mempercepat penanganan jika terjadi bencana," tandasnya. (ima)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved