Warga Jangli Semarang Waswas, Teror Tanah Gerak: Jalan Patah, Rumah Miring hingga Ada yang Ambruk
Sejumlah retakan tanah tampak di beberapa titik. Terdapat belahan lurus memanjang, ada pula yang melengkung hampir membentuk putaran
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Kawasan Kampung Sekip (sekitaran Undip), Sapta Marga 3, Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, dilanda tanah gerak
- Tampak tanah permukiman warga bergelombang, retakan memanjang dan melengkung, rumah-rumah miring, hingga satu bangunan roboh tak bersisa.
- Beberapa rumah warga berdiri dalam kondisi mengkhawatirkan akibat tanahnya terbelah
- Tiang-tiang penyangga miring, dinding kayu terbelah, dan lantai semen pecah tak beraturan.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG — Warga di kawasan Kampung Sekip (sekitaran Undip), Sapta Marga 3, Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, hidup dalam wawaswas akibat tanah gerak.
Tanah permukiman warga terlihat bergelombang, retakan memanjang dan melengkung, rumah-rumah miring, hingga satu bangunan roboh tak bersisa.
Dari pantauan di lapangan pada Kamis (5/2/2026) sore kemarin, sejumlah retakan tanah tampak di beberapa titik.
Terdapat belahan lurus memanjang, ada pula yang melengkung hampir membentuk putaran. Kontur tanah yang dulu landai kini berubah menjadi patahan terbuka, menganga seperti amblesan.
Bahkan, beberapa rumah warga berdiri dalam kondisi mengkhawatirkan.
Tiang-tiang penyangga miring, dinding kayu terbelah, dan lantai semen pecah tak beraturan. Hampir seluruh rumah di kawasan tersebut merupakan bangunan tidak permanen berbahan kayu, sehingga dinilai rentan terhadap pergerakan tanah.
Menurut warga setempat bahkan pada Rabu (4/2/2026) sore, rumah milik Supriyadi roboh.
Tak jauh dari titik itu, sebuah rumah lain milik Sri Darningsih justru bergeser perlahan.
Baca juga: Siap-siap, PKL di Banyumas Bakal Ditarik Pajak
Lantai rumahnya terbelah, dinding kayu retak, dan bangunan itu disebut telah bergeser hingga dua meter hanya dalam waktu tiga hari.
Ketua RT setempat, Sukaryon mengatakan, kalau malam terdengar suara pergerakan.
"Rumahnya geser pelan-pelan. Kalau hujan deras, lebih cepat lagi,” kata Sukaryono ketika ditemui Tribunjateng.com, Kamis sore.
Tak hanya rumah warga, kerusakan juga menjalar ke infrastruktur kampung.
Satu titik jalan di jalur menurun yang dulunya menjadi akses utama warga dari Jangli menuju kawasan Undip kini patah dan ambles.
Retakan itu segaris dengan lokasi rumah yang roboh.
Warga menyebut, jalur tersebut dulunya landai dan ramai dilalui masyarakat luar sebelum adanya jalan baru Jangli–Undip.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/jalan-patah-jangli.jpg)