Rabu, 6 Mei 2026

Mitos Tuk Mudal Tegal, Mandi di Pertemuan Tujuh Mata Air Bisa Jadi Penglaris dan Awet Muda

Siapa sangka di balik kejernihan air Tuk Mudal terdapat cerita (mitos) asal usul kemunculannya saat pertama kali. 

Tayang:
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Rustam Aji
Tribun Jateng/Desta Leila Kartika
JERNIHNYA TUK MUDAL-Suasana di Tuk Mudal yang berlokasi di kawasan Desa Wisata Pasar Slumpring, Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Minggu (18/1/2026). Diceritakan Abdul Khayi, Tuk Mudal muncul saat ada seorang pendatang menancapkan tombaknya ke tanah kemudian diangkat, setelahnya keluar air mudal-mudal atau sangat banyak (melimpah) sehingga oleh warga terdahulu diberi nama Tuk Mudal. 

Ringkasan Berita:
  • Tuk Mudal merupakan satu lokasi yang akan ditemukan ketika berwisata ke Pasar Slumpring, Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
  • Siapa sangka di balik kejernihan air Tuk Mudal terdapat cerita (mitos) asal usul kemunculannya saat pertama kali. 
  • Mitosnya mandi di pertemuan tujuh mata air ini bisa sebagai penglaris dan awet muda

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Tuk Mudal Tegal ternyata banyak menyimpan mitos.

Lokasinya bisa ditemukan ketika berwisata ke Pasar Slumpring, Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. 

Airnya yang jernih, ditambah terdapat wahana sepeda air bebek dan flying fox di atas nya membuat Tuk Mudal banyak diminati pengunjung. 

Apalagi di bagian kolam Tuk Mudal juga bisa dimanfaatkan untuk bermain air, renang atau hanya sekadar mencelupkan kaki ke air jernih menyegarkan. 

Siapa sangka di balik kejernihan air Tuk Mudal terdapat cerita (mitos) asal usul kemunculannya saat pertama kali. 

Mitosnya mandi di pertemuan tujuh mata air ini bisa sebagai penglaris dan awet muda

Pengelola Pasar Slumpring Desa Cempaka, Abdul Khayi, menceritakan sedikit tentang asal usul Tuk Mudal.

Baca juga: Kecewa Saksi Ahli JPU Tak Hadir, Botok dan Teguh AMPB Luapkan dengan Bakar Berkas di PN Pati

Diceritakan Abdul Khayi, dahulu ada pendatang konon katanya berasal dari jaman Kerajaan Mataram. 

Pendatang tersebut ke Desa Cempaka dan hal pertama yang dicari adalah sumber mata air. 

Pada saat itu sumber mata air di Desa Cempaka masih sangat minim. 

"Konon pendatang tersebut menancapkan tombaknya ke tanah kemudian diangkat. Setelahnya keluar air mudal-mudal atau sangat banyak (melimpah) sehingga oleh warga terdahulu diberi nama Tuk Mudal," cerita Abdul Khayi, pada Tribunjateng.com. 

Diterangkan Abdul Khayi, Tuk Mudal merupakan mata air alami yang sebelumnya difungsikan warga sekitar untuk tempat pengambilan air (keperluan rumah tangga) dan saluran irigasi. 

Namun sekarang ini sudah ada aliran air dari desa yang disalurkan ke rumah warga sehingga Tuk Mudal sekarang ini fungsi utamanya sebagai irigasi persawahan sekitar 200 hektare.  

Selain itu ada sebagian warga yang masih memanfaatkan aliran air Tuk Mudal untuk mencuci pakaian. 

Baca juga: Dalami Pemerasan Sudewo, Pagi-Pagi KPK Periksa Kades hingga Camat di Pati di Mapolda Jateng

Kolam Tuk Mudal panjangnya sekitar 50 meter lebih, lebar kolam kurang lebih 40 meter dengan kedalaman ada yang 2 meter dan 1,5 meter.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved