Selasa, 28 April 2026

Berita Tegal

Warga Kajen Tegal Cemas Pergerakan Tanah, Aripiyah Susah Tidur Imbas Rumahnya Kembali Retak

Langkah relokasi dinilai penting untuk meminimalkan risiko keselamatan warga mengingat kondisi pergerakan tanah yang terus meluas

|
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Rustam Aji
ISTIMEWA/DOKUMENTASI HUMAS PEMKAB TEGAL
BANGUNAN RETAK - Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman saat meninjau langsung lokasi bencana tanah bergerak di Dukuh Belimbing, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tegal, dan Baznas Kabupaten Tegal, Jumat (30/1/2026). Warga Dukuh Belimbing, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, kembali dilanda bencana tanah bergerak yang mengakibatkan bangunan rumah mengalami keretakan yang semakin parah dari tahun-tahun sebelumnya.  

Ringkasan Berita:
  • Warga Dukuh Belimbing, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, kembali dilanda bencana tanah bergerak
  • Akibat pergerakan itu, bangunan rumah mengalami keretakan yang semakin parah dari tahun-tahun sebelumnya.
  • Setidaknya ada 24 warga yang rumahnya terdampak bencana tanah bergerak.
  • Seorang warga, Aripiyah saat ini memilih mengungsi ke rumah anaknya di wilayah Desa Lebaksiu.

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Warga Dukuh Belimbing, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, kembali dilanda bencana tanah bergerak yang mengakibatkan bangunan rumah mengalami keretakan yang semakin parah dari tahun-tahun sebelumnya. 

Selain rumah warga dan akses jalan sekitar, musala di wilayah tersebut juga mengalami keretakan bangunan. 

Setidaknya ada 24 warga yang rumahnya terdampak bencana tanah bergerak. 

Satu warga terdampak, Aripiyah, warga Dukuh Belimbing, RT03/RW09, mengungkapkan retakan pada rumahnya mulai terjadi sekitar dua tahun lalu dan semakin parah dalam beberapa bulan terakhir, terutama saat musim hujan.

"Awalnya retakannya kecil, tetapi sekarang hampir seluruh bagian rumah terdampak. Bagian belakang rumah sampai kamar mandi rusak parah dan temboknya sempat runtuh pada Kamis (29/1/2026) sore  sekitar pukul 17.00 WIB," cerita Aripiyah. 

Cemas, hingga tak bisa tidur

Aripiyah mengaku kondisi tersebut membuatnya merasa cemas sampai tidak bisa tidur, terutama pada malam hari dan saat hujan turun karena khawatir terjadi pergerakan tanah susulan. 

Baca juga: Akses Jembatan Sokasari Bumijawa Terputus, Pemkab Tegal Upayakan Bikin Jalan Alternatif Baru

Demi keselamatan, Aripiyah saat ini memilih mengungsi ke rumah anaknya di wilayah Desa Lebaksiu.

"Saya berharap ada solusi secepatnya dari pemerintah, baik relokasi maupun bantuan lainnya, supaya kami bisa kembali memiliki tempat tinggal yang aman," harap Aripiyah. 

Sementara itu, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyarankan 24 warga terdampak bencana retakan tanah di Dukuh Belimbing, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman. 

Langkah relokasi dinilai penting untuk meminimalkan risiko keselamatan warga mengingat kondisi pergerakan tanah yang terus meluas dan berpotensi membahayakan. 

Hal itu disampaikan Bupati Ischak saat meninjau langsung lokasi bencana bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tegal, dan Baznas Kabupaten Tegal, Jumat (30/1/2026).

Usai tinjauan, Bupati Ischak menjelaskan hingga saat ini belum ada langkah penanganan infrastruktur secara konkret seperti pembangunan struktur pengaman, konsolidasi tanah, maupun relokasi lanjutan. 

8 Rumah Sudah Direlokasi

Sebelumnya, relokasi baru dilakukan terhadap delapan rumah, sementara 24 rumah lainnya yang berada di sisi timur jalan masih dihuni dan mengalami retakan yang semakin meluas.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved