Senin, 4 Mei 2026

Berita Jateng

Misteri Hilangnya Mata Air Pancuran 5 Guci Tegal, Masih Diburu

sejauh ini sumber mata air panas yang belum ditemukan yakni di Pancuran 5 karena kemungkinan tertutup material pasir saat banjir bandang

Tayang:
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Desta Leila Kartika
PANCURAN 13 GUCI: Kondisi terkini di kawasan Pancuran 13 Guci, Kabupaten Tegal sumber mata air panas mulai terlihat yaitu yang airnya jernih namun karena kolam pemandian sudah tidak ada maka bercampur dengan aliran sungai Gung yang berwarna coklat pekat, pada Kamis (29/1/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL- Enam hari pasca banjir bandang menerjang kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Guci Kabupaten Tegal khususnya Pancuran 13 dan 5, sekarang ini masih dilakukan upaya mencari sumber mata air panas alami agar bisa dinikmati warga sekitar dan pengunjung seperti biasa. 


Informasi tersebut disampaikan Tokoh yang dituakan di Wisata Guci, Dakot, saat ditemui wartawan di sekitar Pancuran 5, pada Kamis (29/1/2026). 


Menurut Dakot, sejauh ini sumber mata air panas yang belum ditemukan yakni di Pancuran 5 karena kemungkinan tertutup material pasir saat banjir bandang. 


Sedangkan untuk Pancuran 13 sumber mata air panas sudah ditemukan dan kondisinya aman, meskipun memang masih tercampur dengan aliran sungai Gung karena kolam pemandian yang sudah hilang terbawa arus banjir. 


"Sumber mata air panas khususnya Pancuran 5 sampai sekarang belum ditemukan titiknya dan saat ini kami sedang melacak. Kalau dilihat dari posisi awalnya kedalaman sekitar 5 meter. Sedangkan untuk Pancuran 13 sumber air panasnya masih aman," ungkap Dakot, pada Tribunjateng.com. 

Baca juga: Ngeri Sepinya Wisata Guci Tegal Usai Banjir, Seperti saat Pandemi Covid-19


Diterangkan Dakot, air panas Pancuran 13 kondisinya masih aman dan sebetulnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. 


Namun melihat kondisi yang masih belum memungkinkan, seperti kolam dan bebatuan yang belum tertata maka sejauh ini masih belum diperbolehkan demi keamanan bersama. 


Apalagi aliran sungai Gung masih cukup deras dan intensitas hujan juga masih sangat tinggi. 


Bahkan garis polisi pun masih terpasang di kawasan Pancuran 13 dan Pancuran 5. 


"Kami menginginkan agar Guci lebih aman lagi. Bahkan seribu aman dicari orang. Masih banyak orang yang rindu air panas Guci karena untuk pengobatan ataupun sekadar merilekskan tubuh sambil mandi air panas alami," terang Dakot. (dta) 

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved