Berita Jateng
4 Orang Tewas, Daftar Bencana di Jawa Tengah dan Dampaknya Baru-baru Ini
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jawa Tengah diperpanjang hingga Kamis, 29 Januari 2026.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jawa Tengah diperpanjang hingga Kamis, 29 Januari 2026.
Perpanjangan periode modifikasi cuaca kali ini khusus untuk menyasar langit di Gunung Slamet.
"Iya, kami perpanjang modifikasi cuaca sampai tanggal 29 Januari, fokus area modifikasi di sekitaran Gunung Slamet," papar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng), Bergas Catursasi saat dihubungi Tribun, Senin (26/1/2026).
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam modifikasi cuaca ini melibatkan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Operasi ini sudah dilakukan sejak Kamis, 15 Januari 2026. Pada awalnya daerah yang menjadi sasaran modifikasi cuaca ke Muria Raya meliputi Kudus, Pati dan Jepara. Kemudian bergeser ke Pekalongan dan Kendal pada Selasa, 20 Januari 2026.
Kini, operasi tersebut terus berlanjut bergeser ke arah barat Jawa Tengah mencakup lima kabupaten yang melingkari Gunung Slamet.
Operasi ini sebenarnya sudah sempat dihentikan pada Sabtu, 24 Januari 2026. Namun, karena di Jawa Tengah yang terus dilanda cuaca ekstrem, modifikasi cuaca akhirnya tetap dilanjutkan.
"Cuaca harapannya bisa direkayasa untuk mendukung upaya penanganan bencana yang sudah kami lakukan," sambung Bergas.
14 Kabupaten/Kota Terdampak, 4 Orang Tewas
Merujuk data BPBD Jawa Tengah per Senin 26 Januari 2026 siang dan data yang dihimpun Tribun, sebanyak 14 Kabupaten Kota di Jawa Tengah dilanda bencana banjir, longsor dan angin kencang. Bencana ini telah menelan empat korban jiwa dan satu orang hilang, perinciannya :
1. Kabupaten Pemalang
Banjir melanda tujuh desa di Kecamatan Pulosari meliputi Desa Gunungsari, Penakir, Jurangmangu, Batursari, Clekatakan, Karangsari, Nyalambeng.
Wilayah lainnya yang tersapi banjir terjadi di Desa Sima, Kecamatan Moga. Akibat banjir di kawasan ini satu korban meninggal seorang pria berinisial T, warga Dukuh Wanasari, Desa Penakir, Kecamatan Pulosari.
Korban ditemukan di jembatan Sungai Kali Penakir wilayah Dukuh Tretep, Desa Sima, Kecamatan Moga, pada Sabtu (24/1/2026)
Dampak bencana di Kecamatan Pulosari meliputi Desa Penakir warga terdampak : 252 KK 911 Jiwa, rumah rusak berat 13 unit, Rumah rusak sedang 8 unit, Rumah rusak ringan 8 unit, 11 titik jembatan putus, 1 Mushola rusak.
Desa Gunungsari dua jembatan terputus yakni jembatan Walim dan Jembatan Beser.
Desa Jurangmangu alami kerusakan pada Jaringan perpipaan desa hanyut ± 2 km dan Jembatan Sungai Reas mengalami kerusakan. Clekatakan mengalami kerusakan pada delapan unit rumah warga, satu bangunan TK dan satu masjid serta jembatan desa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/banjir-bandang-purbalingga-okke.jpg)