Sabtu, 25 April 2026

Berita Wonosobo

Dua Warga Korban Kebakaran di Banyukembar dan Siwuran Wonosobo Terima Bantuan

Korban kebakaran ini tidak hanya butuh pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan mental. Apalagi ada anak sekolah yang bajunya ikut terbakar

Penulis: Imah Masitoh | Editor: Rustam Aji
ISTIMEWA/Ist. Diskominfo Wonosobo
SERAHKAN BANTUAN - Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dan Baznas menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Banyukembar, Kecamatan Watumalang, dan Desa Siwuran, Kecamatan Garung, Selasa (13/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Korban kebakaran rumah di Desa Banyukembar, Kecamatan Watumalang, dan Desa Siwuran, Kecamatan Garung, Selasa (13/1/2026), mendapatkan bantuan. 
  • Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat 
  • Bupati Afif juga melihat langsung kondisi rumah warga yang rusak berat akibat kebakaran.

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mendatangi dua lokasi kebakaran rumah warga di Desa Banyukembar, Kecamatan Watumalang, dan Desa Siwuran, Kecamatan Garung, Selasa (13/1/2026). 

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Afif melihat langsung kondisi rumah warga yang rusak berat akibat kebakaran.

Di Dusun Krangean, Desa Banyukembar, satu rumah warga terbakar hingga seluruh bangunan dan isinya hangus. Bagian belakang rumah juga mengalami kerusakan cukup parah. 

Sementara itu, kebakaran lain terjadi di Dusun Bakalan, Desa Siwuran, Kecamatan Garung, dengan dampak kerusakan serupa.

Baca juga: Pamit Tengok Keramba, Agus Tak Pulang: Tim SAR Gabungan Sisir Waduk Wadaslintang Wonosobo

“Kita tidak pernah tahu musibah kapan datang. Di Banyukembar ini satu rumah habis terbakar, termasuk seluruh isinya, tidak ada yang bisa diselamatkan. Bahkan bagian belakang rumah juga terdampak cukup parah,” ujarnya.

KORBAN KEBAKARAN-BANYUKEMBAR
BERIKAN BANTUAN - Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dan Baznas menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran, Selasa (13/1/2026). (Ist. Diskominfo Wonosobo)

Ia menyebut, kebakaran tidak hanya merusak bangunan rumah, tetapi juga berdampak pada kehidupan korban sehari-hari. 

Anak-anak menjadi kelompok yang cukup terdampak karena perlengkapan sekolah ikut terbakar.

“Korban kebakaran ini tidak hanya butuh pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan mental. Apalagi ada anak sekolah yang bajunya ikut terbakar. Perlu pendampingan agar anak-anak bisa kembali beraktivitas dan bersekolah seperti biasa,” ujarnya.

Peningkatan Kewaspadaan

Dalam kunjungannya, Bupati Afif juga menyampaikan perlunya meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran di lingkungan permukiman. Ia mendorong pemanfaatan kembali kentongan sebagai alat peringatan dini.

“Dulu, setiap rumah memiliki kentongan sebagai alat penanda jika terjadi kondisi darurat, baik kebakaran maupun kejadian lainnya. 

Tradisi ini sangat sederhana, tetapi efektif untuk membangun kewaspadaan dan kebersamaan warga,” kata Bupati Afif.

Menurut Bupati Afif, kentongan dapat menjadi pelengkap pengeras suara masjid dan sirine yang sudah ada, khususnya di wilayah permukiman padat dan pedesaan.

Warga Gotong Royong

Pasca kejadian, pemerintah desa dan warga setempat langsung melakukan gotong royong. 

Warga bersama aparat desa membersihkan sisa kebakaran dan memulai perbaikan awal rumah yang rusak.

“Saya mengapresiasi Pak Camat dan para Kepala Desa yang langsung mengorganisir warga untuk gotong royong. 

Baca juga: Berburu Ikan Predator di Pasar Mina Restu Purwokerto, Arwana Super Red Rp 3 Juta

Ada yang menyumbangkan tenaga, pikiran, bahkan harta. 

Alhamdulillah, perbaikan rumah sudah mulai dilakukan, atap sudah terpasang, tinggal penyempurnaan,” lanjutnya.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo sebelumnya telah menyalurkan bantuan tanggap darurat melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 

Dukungan lanjutan juga direncanakan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang bersumber dari Dana Desa.

Selain bantuan pemerintah daerah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Wonosobo turut menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran

Ketua Baznas Kabupaten Wonosobo, Priyo Purwanto, mengatakan bantuan tersebut berasal dari zakat, infak, dan sedekah para muzaki.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga yang terkena musibah tidak merasa sendiri. 

Zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan para muzaki melalui Baznas Kabupaten Wonosobo kami salurkan tepat sasaran untuk membantu sesama,” jelasnya.

Baznas menyalurkan bantuan sebesar Rp10 juta kepada Kaswono, warga Dusun Krangean Wetan RT 04 RW 03, Desa Banyukembar, yang rumahnya terbakar akibat sisa bara tungku kayu setelah proses produksi tempe. 

Bantuan Rehabilitasi

Selain itu, bantuan rehabilitasi sebesar Rp5 juta diberikan kepada Sutrisno, warga Dusun Bakalan, Desa Siwuran, Kecamatan Garung, yang rumahnya terbakar akibat korsleting listrik.

Salah satu warga penerima bantuan menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterima.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Baznas Kabupaten Wonosobo dan para muzaki atas bantuan yang telah diberikan. 

Bantuan ini sangat membantu kami untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan setelah musibah kebakaran,” ujarnya. (ima)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved