Berita Wonosobo
Dua Warga Korban Kebakaran di Banyukembar dan Siwuran Wonosobo Terima Bantuan
Korban kebakaran ini tidak hanya butuh pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan mental. Apalagi ada anak sekolah yang bajunya ikut terbakar
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Korban kebakaran rumah di Desa Banyukembar, Kecamatan Watumalang, dan Desa Siwuran, Kecamatan Garung, Selasa (13/1/2026), mendapatkan bantuan.
- Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat
- Bupati Afif juga melihat langsung kondisi rumah warga yang rusak berat akibat kebakaran.
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mendatangi dua lokasi kebakaran rumah warga di Desa Banyukembar, Kecamatan Watumalang, dan Desa Siwuran, Kecamatan Garung, Selasa (13/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Afif melihat langsung kondisi rumah warga yang rusak berat akibat kebakaran.
Di Dusun Krangean, Desa Banyukembar, satu rumah warga terbakar hingga seluruh bangunan dan isinya hangus. Bagian belakang rumah juga mengalami kerusakan cukup parah.
Sementara itu, kebakaran lain terjadi di Dusun Bakalan, Desa Siwuran, Kecamatan Garung, dengan dampak kerusakan serupa.
Baca juga: Pamit Tengok Keramba, Agus Tak Pulang: Tim SAR Gabungan Sisir Waduk Wadaslintang Wonosobo
“Kita tidak pernah tahu musibah kapan datang. Di Banyukembar ini satu rumah habis terbakar, termasuk seluruh isinya, tidak ada yang bisa diselamatkan. Bahkan bagian belakang rumah juga terdampak cukup parah,” ujarnya.
Ia menyebut, kebakaran tidak hanya merusak bangunan rumah, tetapi juga berdampak pada kehidupan korban sehari-hari.
Anak-anak menjadi kelompok yang cukup terdampak karena perlengkapan sekolah ikut terbakar.
“Korban kebakaran ini tidak hanya butuh pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan mental. Apalagi ada anak sekolah yang bajunya ikut terbakar. Perlu pendampingan agar anak-anak bisa kembali beraktivitas dan bersekolah seperti biasa,” ujarnya.
Peningkatan Kewaspadaan
Dalam kunjungannya, Bupati Afif juga menyampaikan perlunya meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran di lingkungan permukiman. Ia mendorong pemanfaatan kembali kentongan sebagai alat peringatan dini.
“Dulu, setiap rumah memiliki kentongan sebagai alat penanda jika terjadi kondisi darurat, baik kebakaran maupun kejadian lainnya.
Tradisi ini sangat sederhana, tetapi efektif untuk membangun kewaspadaan dan kebersamaan warga,” kata Bupati Afif.
Menurut Bupati Afif, kentongan dapat menjadi pelengkap pengeras suara masjid dan sirine yang sudah ada, khususnya di wilayah permukiman padat dan pedesaan.
Warga Gotong Royong
Pasca kejadian, pemerintah desa dan warga setempat langsung melakukan gotong royong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/terima-bantuan-korban-kebakaran.jpg)