Jumat, 5 Juni 2026

Berita Tegal

Jerit Pedagang di Blok B Pasar Pagi Kota Tegal: Pasar Sepi, Pernah Seminggu Tak Dapat Pembeli

Pedagang Blok B Pasar Pagi Kota Tegal mengeluhkan sepinya pedagang. Bahkan, ada pedagang yang sempat merasakan sepekan tak dapat pembeli.

Tayang:
Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
SEPI - Suasana di satu lorong Blok B Pasar Pagi Kota Tegal, Kamis (8/1/2026). Pedagang mengeluhkan suasana pasar di blok tersebut yang makin sepi. 

Ringkasan Berita:
  • Pedagang di Blok B Pasar Pagi Kota Tegal mengeluhkan kondisi pasar yang sepi pembeli.
  • Selain persaingan dengan pedagang online, mereka menilai pembeli enggan datang karena kondisi pasar yang perlu perbaikan dan penataan ulang.
  • Mereka juga berharap ada penertiban pedagang yang berjualan di tepi jalan pasar.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Wajah Nunu (56) tampak lesu, seharian tidak ada satupun orang yang membeli daster maupun baju lain dagangannya di Blok B Pasar Pagi Kota Tegal, Kamis (8/1/2026).

Saat jam menunjukkan pukul 15.00 WIB, dia mengemasi dagangannya dan bersiap tutup.

Sepinya pembeli bukan baru sehari dua hari dia rasakan tetapi sudah beberapa tahun terakhir.

Nunu mengatakan, kondisi sepi di Blok B Pasar Pagi sangat terasa setelah pandemi Covid-19. 

Baca juga: Polisi Bekuk Dua Pengedar Sabu di Kota Tegal saat Malam Tahun Baru

Sebelum pandemi, pendapatan bisa mencapai Rp15 juta per hari.

Sedangkan saat ini, dapat uang Rp1 juta per hari pun sangat susah.

"Ini dari pagi saja kosong. Ada pembeli waktu hari Minggu, tiga orang."

"Saya pernah seminggu kosong, gak ada yang beli sama sekali," keluhnya. 

Nunu mengatakan, ada beberapa faktor yang memengaruhi sepinya pasar.

Pertama karena persaingan dengan pedagang online.

Faktor lain, kondisi pasar yang dinilainya butuh perbaikan dan penataan. 

"Kami berharap, pemerintah bisa membantu para pedagang. Termasuk, menata dan memperbaiki agar pasarnya lebih bagus," ungkapnya. 

Pedagang lain, Sasmirah (66) mengungkapkan, dia berjualan di Blok B Pasar Pagi Kota Tegal sejak tahun 1980-an.

Dari berjualan buah-buah, sekarang dia memilih berjualan pakaian dalam.

Baca juga: Guci Tegal Tak Lagi Favorit Wisatawan saat Libur Nataru, Banjir Bandang Diduga Jadi Pemicu

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved