Berita Batang

Ratusan Nelayan Batang Terpaksa Alih Profesi demi Menyambung Hidup, Libur Melaut Akibat Cuaca Buruk

Ratusan nelayan di Batang memilih libur melaut akibat cuaca buruk. Mereka terpaksa beralih profesi agar bisa menyambung hidup.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Tito Isna Utama
BERSANDAR - Ratusan kapal nelayan bersandar di sekitaran TPI Klidang Lor, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (4/1/2026). Pemilk kapal memilih tidak melaut akibat cuaca angin baratan. 

Ringkasan Berita:
  • Ratusan nelayan di Batang, Jawa Tengah, memilih libur melaut akibat cuaca buruk angin baratan.
  • Untuk menyambung hidup, mereka terpaksa beralih profesi sementara.
  • Namun, ada pula yang nekat melaut menantang bahaya agar tetap bisa menyambung hidup.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Ratusan kapal nelayan terparkir di perairan dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang Lor, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (4/1/2026).

Pemilik kapal-kapal itu memilih libur melaut akibat angin baratan atau angin kencang yang melanda Laut Jawa sejak awal tahun ini.

Cuaca buruk ini tak hanya mempertaruhkan keselamatan nelayan tetapi juga hasil tangkapan yang tak maksimal.

Gofur (40), nelayan asal Desa Klidang Lor mengaku, kondisi awal tahun ini menjadi salah satu musim terberat yang ia alami selama lebih dari dua dekade melaut.

Angin kencang dan ombak tinggi membuat hasil tangkapan turun drastis.

"Biasanya, sekali melaut bisa dapat sekitar Rp4 juta, sekarang paling Rp2 juta."

"Tangkapannya juga turun, dari biasanya 100 kilogram, sekarang paling 50 kilogram," kata Gofur, Minggu.

Baca juga: Jelang Laga Perdana Liga 4 Jateng Lawan ISP Purworejo, Persibat Batang Gembleng Pemain Pagi dan Sore

Sudah sepekan terakhir Gofur memilih tidak melaut karena cuaca buruk ini. 

"Kalau nekat, itu bahaya. Sudah banyak kapal rusak, bahkan ada yang hilang."

"Kalau pun melaut, biasanya ke Karimunjawa, itu bisa 15 jam perjalanan."

"Tapi sekarang, ke sana pun tidak bisa kerja," ungkapnya.

Sementara Beralih Profesi

Untuk menyambung hidup, Gofur terpaksa banting setir sementara waktu dengan mencari pekerjaan di darat, salah satunya membantu bengkel sebagai montir. 

"Saya melaut sejak usia 19 tahun, sampai sekarang 40 tahun."

"Tapi, kalau cuaca begini, mau tidak mau cari kerja lain," tuturnya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved