Berita Jateng
Photobooth Jadi Magnet Baru di Kota Lama Semarang, Wisatawan Rela Antre
Semarang menjadi kota terbaru yang dipilih untuk pengembangan, dengan pembukaan sejak 25 Desember 2025 di kawasan Kota Lama
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kawasan Kota Lama Semarang tampak dipadati pengunjung di momen libur tahun baru 2026 ini. Wisatawan tampak memenuhi area sekitar Taman Srigunting dengan duduk bersantai, berjalan, hingga berfoto mengabadikan momen.
Di tengah keramaian itu, satu titik di seberang taman terlihat ramai diserbu pengunjung. Sebuah photobooth outdoor dengan konsep unik bergaya koran vintage kini menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan.
Sejumlah wisatawan berdatangan dengan antrean mengular dari depan photobooth yang berada di depan sebuah rumah makan hingga area depan Gedung Marba.
Hal itu di antaranya dilakukan Febi (24), wisatawan asal Depok, yang datang bersama empat temannya.
Awalnya, mereka tidak sengaja melihat kerumunan orang di pinggir jalan kawasan Kota Lama. Rasa penasaran pun muncul hingga akhirnya mereka memutuskan untuk ikut mencoba photobooth tersebut.
"Pas lewat di sini tadi kita ngelihat kayak banyak nih mengantre, terus aku lihat, oh ternyata ada photobooth viral yang baru gitu kayak koran," kata Febi ditemui Tribun Jateng usai menjajal photobooth tersebut, Kamis (1/1/2026).
Menurut Febi, konsep foto dengan latar desain menyerupai halaman koran memberikan kesan vintage yang kuat. Apalagi, kata dia, photobooth ini berada di ruang terbuka sehingga menyatu dengan suasana bangunan tua khas Kota Lama.
"Jarang banget ada," lanjutnya.
Rekannya, Rifa (24) asal Lamongan mengaku baru pertama kali mencoba photobooth yang ditempatkan di ruang terbuka. Menurutnya, pengalaman berfoto di luar ruangan dengan latar desain koran memberikan kesan berbeda dibanding photobooth pada umumnya.
"Seru, karena ini outdoor dan background-nya pakai konsep koran, jadi kelihatan lebih menarik dan vintage," ujarnya.
Rifa mengatakan, untuk satu kali cetak foto dikenakan tarif Rp35.000. Rifa dan rombongan memilih mencetak dua kali dengan total biaya Rp70.000.
"Worth it 'sepadan dengan harga' dan ini yang pertama kalinya kami coba," terangnya.
Meski puas dengan hasil foto, Rifa menilai ada beberapa hal yang bisa dikembangkan ke depannya. Menurutnya, keterbatasan ruang menjadi kendala saat datang berkelompok, mengingat lokasi photobooth berada di pinggir jalan.
"Bagus, cuma mungkin karena kita ramai-ramai ya, jadi space-nya kurang luas karena kan terbatas di pinggir jalan," ucapnya.
Antusiasme serupa juga dirasakan Sefi (20), mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes). Ia mengaku mengetahui keberadaan photobooth tersebut dari media sosial TikTok yang ramai membahas konsep foto ala koran di kawasan Kota Lama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Booth-kota-lama-semarang.jpg)