Wonosobo
Rahasia Pemkab Wonosobo Bisa Panen Pajak Hampir Rp 30 Miliar
Kabar gembira! Realisasi pajak PBB Wonosobo 2025 tembus Rp 29,8 miliar, melampaui target berkat kesadaran warga dan kemudahan bayar.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Kabar menggembirakan datang dari sektor keuangan Pemerintah Kabupaten Wonosobo jelang tutup tahun 2025.
Di tengah tantangan ekonomi, kesadaran warga Wonosobo untuk menunaikan kewajibannya ternyata patut diacungi jempol.
Hal ini terbukti dari realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang mencatatkan rapor hijau.
Baca juga: Kronologi Truk Tronton Kecelakaan di Kertek Wonosobo, Tabrak Tugu dan Ruko
Hingga akhir Desember ini, brankas daerah menerima pemasukan yang melampaui ekspektasi.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Wonosobo, Tri Antoro, dengan wajah sumringah menyampaikan bahwa target yang dipatok pemerintah di angka Rp 29,25 miliar, kini sudah terlewati.
Data per 29 Desember 2025 menunjukkan angka realisasi yang cantik, yakni Rp 29,83 miliar.
Jika dipersentasekan, capaian ini menyentuh angka 102,01 persen.
"Alhamdulillah ini sudah melampaui target yang mana hampir Rp30 miliar," ungkap Tri Antoro saat ditemui Tribunbanyumas.com, Selasa (30/12/2025).
Bukan Naik Tarif
Capaian apik tahun ini ternyata lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
Tri Antoro membeberkan, lonjakan ini bukan disebabkan oleh kenaikan tarif pajak yang membebani rakyat, melainkan karena tingkat kepatuhan yang membaik.
Banyak wajib pajak yang tahun-tahun sebelumnya menunggak, akhirnya 'lunas' membayarkan kewajibannya di tahun 2025 ini.
Program pemutihan dan pendekatan persuasif ternyata ampuh mengetuk hati para wajib pajak.
"Tahun kemarin belum membayarnya, ada yang membayar tahun ini," jelasnya.
Tri menegaskan, meski ada program pemutihan, pendapatan tetap masuk sebagai penerimaan tahun berjalan tanpa menaikkan tarif PBB sedikitpun.
Ini murni karena kesadaran warga yang meningkat dan tunggakan yang mulai terurai.
Bayar Makin Gampang
Selain kesadaran warga, faktor teknologi juga punya andil besar.
Dulu, bayar pajak mungkin identik dengan antrean panjang dan ribet.
Namun sekarang, kanal pembayaran sudah dibuka seluas-luasnya, mulai dari perbankan hingga gerai ritel modern yang menjamur di pelosok desa.
Kemudahan inilah yang membuat warga tak lagi punya alasan untuk menunda pembayaran.
"Fasilitas bayar itu bisa dimanapun, lebih mudah dari pada zaman saya dulu," kata Tri membandingkan situasi.
Tak hanya PBB, kabar baik juga datang dari sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang juga dilaporkan melampaui target.
Meski angka final dan persentase detail wajib pajak baru bisa dikunci pada 31 Desember nanti, Tri optimistis masih ada tambahan pemasukan di sisa satu dua hari terakhir ini.
| Nama Wabup Menguat, Muscab PKB Wonosobo Jaring Calon Ketua DPC |
|
|---|
| Pikap Maut Banjarnegara Tewaskan Anak di Wonosobo, Sopir Sempat Kabur |
|
|---|
| Angin Kencang Ngamuk di Krasak Wonosobo, Atap Masjid An Nur Rusak |
|
|---|
| Tim SAR Wonosobo Temukan Jenazah Korban Longsor di Sungai Bogowonto, Kaki Kanan Masih Hilang |
|
|---|
| Slamet Bangun Ulang Tenda Hajatan Ambruk di Garung Wonosobo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20251230-PAJAK-WONOSOBO.jpg)