Sabtu, 25 April 2026

Berita Jateng

Tak Ada Perayaan Tahun Baru 2026 di Pati

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memutuskan untuk tidak menggelar perayaan pesta rakyat pada malam tahun baru 2026. 

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: khoirul muzaki
UNSPLASH/ARTHUR CHAUVINEAU
Ilustrasi pesta kembang api. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memutuskan untuk tidak menggelar perayaan pesta rakyat pada malam tahun baru 2026. 


Langkah ini diambil sebagai bentuk keprihatinan dan solidaritas atas musibah bencana alam yang tengah menimpa sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.


Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan bahwa keputusan meniadakan keramaian ini didasarkan pada kondisi nasional yang sedang berduka. 


Selain itu, faktor cuaca ekstrem dan potensi bencana di wilayah lokal juga menjadi pertimbangan utama.


"Kalau acara (perayaan), kelihatannya kita tiadakan karena posisinya sekarang kita dalam kondisi masih rawan bencana. Kita juga sedang prihatin dengan teman-teman kita di wilayah lain yang lagi terkena bencana," ujar Chandra, Selasa (23/12/2025).


Meski tidak ada perayaan besar di pusat kota seperti Alun-Alun Kembangjoyo, Pemkab Pati tetap memberikan perhatian ekstra pada pelayanan publik. 

Baca juga: Separah Inikah Pergaulan Remaja di Banjarnegara, Siswi SMK Bersalin di Sekolah


Chandra memastikan seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Pati akan beroperasi secara penuh untuk melayani masyarakat selama masa libur akhir tahun.


Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Dinas Kesehatan dan Puskesmas di seluruh kecamatan untuk tetap siaga. 


"Untuk pemerintah daerah sendiri sudah menyiapkan di Dinas Kesehatan, di Puskesmas-Puskesmas selama libur Natal dan Tahun Baru kita siagakan 24 jam," tambahnya.


Terkait mitigasi bencana, Pemkab Pati juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 


Pemantauan terhadap infrastruktur vital seperti tanggul-tanggul sungai menjadi prioritas guna mencegah terjadinya luapan air yang kerap memicu banjir di wilayah Pati.


Chandra menegaskan bahwa antisipasi terhadap tanggul yang rawan jebol atau meluap telah dilakukan sejak dini.

Hal ini berkaca pada laporan BMKG mengenai potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung hingga awal tahun depan.


"Semua potensi bencana, khususnya tanggul-tanggul itu, sudah kami antisipasi. Biasanya dari tanggul yang meluap itu yang menjadi penyebab bencana di Kabupaten Pati," pungkasnya. (mzk)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved