Berita Jateng

Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Wonosobo, Target Selesai Mei 2026

Proyek pendidikan berasrama yang menyasar jenjang SD, SMP, hingga SMA itu ditargetkan rampung pada Mei 2026, seiring persiapan tahun ajaran baru

Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
Dinsos P3A Blora
Iustrasi Sekolah Rakyat 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Wonosobo.


Proyek pendidikan berasrama yang menyasar jenjang SD, SMP, hingga SMA itu ditargetkan rampung pada Mei 2026, seiring persiapan tahun ajaran baru.


Sekretaris Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Wonosobo, Eko Prasetyo, mengatakan pembangunan SR secara administratif sudah berjalan karena kontrak pekerjaan telah ditandatangani.


"Untuk pembangunan SR ini sebenarnya sudah berkontrak antara Kementerian PUPR dengan PT Wijaya Karya (WIKA),” kata Eko, saat ditemui, Rabu (17/12/2025).


Ia menjelaskan, pelaksanaan fisik proyek sempat tertunda karena penentuan lokasi dan aspirasi masyarakat. Namun demikian, secara teknis pekerjaan telah masuk tahap awal.


“Argonya sudah jalan. Sampai dengan bulan Mei harus selesai, Mei 2026,” ujarnya.


Sekolah Rakyat di Wonosobo dirancang sebagai boarding school yang akan menampung sekitar 1.000 siswa dari tingkat dasar hingga menengah atas. 


Fokus utama pembangunan tahap awal adalah gedung sekolah dan asrama.


“Paling tidak bangunan gedung-gedung untuk sekolah dan asramanya sudah harus jadi,” ujar Eko.


Sementara fasilitas pendukung lain seperti sarana olahraga dan tempat ibadah akan menyusul. 


Fasilitas tersebut tetap disiapkan agar dapat menunjang proses belajar mengajar secara optimal.


Pembangunan SR Wonosobo menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Eko mengaku tidak hafal angka pasti, namun nilai proyek diperkirakan cukup besar.


Program ini termasuk dalam agenda pembangunan pendidikan nasional dan masuk kategori proyek strategis nasional.


Rencana pembangunan SR mencakup lahan sekitar 5,2 hektare, berlokasi di Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek yang seluruhnya merupakan tanah negara. 


Saat ini, lahan tersebut dikelola oleh PT Tambi dengan status hak guna usaha (HGU).

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Baca Juga
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved