Kamis, 23 April 2026

Kisah Sriyati Berjualan di Jalur Rawan Kecelakaan Bawen: Takut tapi Ini Rezeki Saya

Bagi dia, lokasi tersebut adalah sumber penghidupan yang sudah menjadi aktivitas kesehariannya.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Rustam Aji
Tribun Jateng/Reza Gustav Pradana
PENJUAL- Sriyati (63), penjual nasi goreng kaki lima, memberikan keterangan soal kecelakaan truk yang menyeret mobil di jalur Semarang–Solo sambil bersiap membereskan dagangannya di kawasan Merakmati, Bawen, Kabupaten Semarang, Senin (15/12/2025) malam. Dia mengaku sebenarnya takut berjualan di lokasi tersebut karena jalur rawan kecelakaan, namun tetap tegar demi mempertahankan mata pencaharian. 

Ringkasan Berita:
  • Menjelang tengah malam, Sriyati kaget sebuah truk tronton menabrak dan menyeret mobil SUV hingga ringsek parah, tak jauh dari warungnya.
  • Sriyati merupakan penjual nasi goreng kaki lima yang mangkal di Jalan Soekarno-Hatta Km 32, kawasan Merakmati, Bawen, Kabupaten Semarang. 
  • Dia mengaku tidak sempat menyaksikan langsung kecelakaan itu.
  • Bagi Sriyati, kecelakaan bukanlah hal baru karena sudah bertahun-tahun berjualan di lokasi tersebut, bahkan sejak pabrik di sekitar jalan itu belum berdiri.

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Sriyati perlahan membereskan wajan dan piring di gerobak nasi gorengnya, Senin (15/12/2025).

Api kompor mulai dikecilkan, sementara jalan raya di depannya masih ramai oleh kendaraan yang baru kembali mengalir. 

Perempuan 63 tahun itu belum sepenuhnya lupa tentang peristiwa yang baru saja terjadi tepat di hadapannya.

Sebuah truk tronton menabrak dan menyeret mobil SUV hingga ringsek parah.

Sriyati merupakan penjual nasi goreng kaki lima yang mangkal di Jalan Soekarno-Hatta Km 32, kawasan Merakmati, Bawen, Kabupaten Semarang. 

Sejak siang hingga larut malam, dia mengais rezeki di jalur utama Semarang–Solo yang dikenal padat sekaligus rawan kecelakaan, terutama kendaraan besar.

“Malam ini ada kecelakaan lagi. Mobil kecil ringsek parah ditabrak truk,” ujar Sriyati kepada Tribunjateng.com.

Dia mengaku tidak sempat menyaksikan langsung kecelakaan truk tronton Fuso tanpa muatan menyeret mobil Honda CR-V sejauh sekitar 25 meter.

Baca juga: Truk Tronton Tak Terkendali, Seret Honda CR-V 25 Meter di Bawen, Beruntung Tak Ada Korban Jiwa

Bagi Sriyati, kecelakaan bukanlah hal baru.

Dia mengaku sudah bertahun-tahun berjualan di lokasi tersebut, bahkan sejak pabrik di sekitar jalan itu belum berdiri.

“Saya jualan di sini sudah lama, dari dulu sebelum pabrik ini ada.  Di sini sering sekali kecelakaan, kebanyakan truk rem blong,” jelas dia.

Meski menyimpan rasa takut, Sriyati tetap bertahan. 

Bagi dia, lokasi tersebut adalah sumber penghidupan yang sudah menjadi aktivitas kesehariannya.

“Takut juga jualan di sini, apalagi kalau hujan, saya minggir buat berteduh.

Karena sudah di sini dan laris, ya tetap berjualan meski khawatir,” ungkap dia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved