Berita Semarang
Pembangunan Exit Tol di Ambarawa Semarang Picu Kemacetan, Pengguna Jalan Diimbau Lewat Jalan Lingkar
Pengendara diminta menghindari jalan Ambarawa kota akibat pembangunan exit tol Yogya-Bawen di dekat pasar hewan Ambarawa.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Dishub Kabupaten Semarang mulai menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar proyek pembangunan exit tol Yogya-Bawen dekat Pasar Hewan Ambarawa saat libur Natal dan Tahun Baru.
- Kendaraan yang tidak berkepentingan masuk wilayah Ambarawa kota akan diminta lewat jalan lingkar Ambarawa.
- Saat ini, proyek pembangunan exit tol mulai dikerjakan dan menyebabkan jalan Ambarawa menyempit.
TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menyiapkan pengalihan arus lalu lintas di Jalan Ambarawa-Bawen tepatnya di sekitar pasar hewan Ambarawa saat libur Natal dan Tahun Baru.
Lokasi tersebut diperkirakan akan menjadi titik macet lantaran pembangungan exit Tol Yogya-Bawen.
Saat ini, kepadatan kendaraan akibat penyempitan ruas jalan di jalur utama penghubung Bawen-Ambarawa itu sudah kerap terjadi.
Di lokasi tersebut, pekerjaan pengecoran dilakukan di tepi kanan dan kiri jalan utama.
Pantauan di lapangan pada Minggu (14/12/2025) malam, water barrier berjajar memanjang, dilengkapi lampu di atasnya.
Akibatnya, ruas jalan hanya dapat dilalui satu lajur dari masing-masing arah.
Jalur tersebut juga merupakan akses vital yang menghubungkan Kabupaten Semarang dengan Yogyakarta, dan diperkirakan menjadi jalur utama kendaraan dari arah Jakarta dan Kota Semarang selama masa liburan.
Baca juga: Pembangunan Exit Tol Ambarawa Dikebut, Beroperasi untuk Mudik Lebaran 2026
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dishub Kabupaten Semarang, Djoko Noerjanto mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Semarang untuk mengantisipasi dampak pekerjaan jalan terhadap kelancaran lalu lintas saat Nataru.
"Di kawasan Exit Tol Bawen dan Ambarawa ini ada pengecoran kanan dan kiri."
"Sementara, bagian tengah rencananya juga akan dicor, namun kami koordinasikan agar pekerjaan di bagian tengah ditunda sampai setelah Nataru," kata Djoko, Minggu.
Menurut dia, pengecoran di tengah jalan berisiko menimbulkan penyempitan ekstrem dan menciptakan bottle neck.
Jika dikerjakan saat arus liburan meningkat, antrean kendaraan dikhawatirkan bisa mengular panjang dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
"Kalau belum jadi dan tetap dipaksakan, risikonya besar, penyempitan itu pasti memicu gangguan lalu lintas," imbuh dia.
Sebagai langkah antisipasi, Dishub Kabupaten Semarang akan mengalihkan kendaraan yang tidak berkepentingan di wilayah Ambarawa untuk melintasi Jalan Lingkar Ambarawa (JLA).
| Peringati HUT ke-50, WaPEALA Undip Fokus Penyelamatan Lingkungan Pendakian |
|
|---|
| Tiba-tiba Tersungkur setelah Menepi di Jalan Sriwiaya Semarang, Pemotor Ditemukan Tewas Dekat TMP |
|
|---|
| Pemotor Tewas Tertabrak Truk di Citarum Semarang, Sempat Dikabarkan Korban Tabrak Lari |
|
|---|
| Viral Parkir 'Ngepruk' Wisatawan Rp40 Ribu di Kota Lama, Agustina Wilujeng: Tertibkan Sekarang Juga! |
|
|---|
| Polisi Periksa Saksi Kasus Anggota DPRD Aniaya Perempuan di Tempat Karaoke di Bandungan Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/15122025-penyempitan-jalan-ambarawa-bawen-karena-proyek-exit-tol-yogya-bawen.jpg)