Berita Jateng
Kisah Pemuda Edo Korbankan Nyawa Selamatkan Dua Santriwati Hanyut di Blora
Seketika itu pria berusia 25 tahun itu, langsung bangun dari tidunya, dan bergegas ke sungai, mencari sumber suara minta tolong.
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: khoirul muzaki
Selanjutnya, Edo berusaha ikut menyelamatkan perempuan yang kedua. Di sana sudah ada beberapa warga yang berusaha menolong.
Baca juga: Naik Lagi, Harga Emas Antam Hari Ini Kamis 12 Desember 2025
Posisi perempuan yang kedua, juga berpegangan bambu.
"Di situ sudah ada beberapa warga yang menolong. Terus saya ke sana bantu ngambil tali, saya nyebrang saya tolongin dengan saya tarik korban ke pinggir, terus saya taruh ke atas (tepi sungai)," terangnya.
Itulah aksi heroik Edo, menyelamatkan dua santriwati, dari tiga santriwati yang selamat dalam tragedi sejumlah santriwati tenggelam di Sungai Lusi.
Setelah menolong dua santriwati itu, Edo tetap melanjutkan untuk membantu pencarian korban yang masih belum ditemukan.
Namun, sayangnya siang hari saat proses pencarian korban lain, kaki Edo terkena pecahan kaca di sungai.
"Ini kena pecahan kaca," katanya, sambil menunjuk kakinya yang diperban.
Pasalnya, ada delapan santriwati Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Qur'an Al Maa'uun Blora yang tenggelam di Sungai Lusi, Kedungjenar, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Kamis (11/12/2025) pagi.
Sampai saat ini, dari 8 santriwati yang tenggelam, tiga selamat, dua ditemukan meninggal dunia, tiga masih dalam proses pencarian hingga siang Jumat (12/12/2025) ini.(Iqs)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/PENOLONG-ORANG-HANYUT-BLORA.jpg)