Berita Jateng
Sisi Lain Pati Punya Kekayaan Bambu, KPH Pati Lestarikan Hutan Bambu di Regaloh
Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, populasi tanaman bambu tersebar di hutan maupun lahan di tepian sungai.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: khoirul muzaki
"KPS juga dianjurkan oleh Perhutani untuk menyediakan bibit bambu di tepian sungai supaya mencegah erosi,” papar dia.
Pada setiap KPS, masyarakat juga diimbau melestarikan area bambu di tepian sungai.
Idealnya, area tepian sungai punya kawasan bambu seluas 200 sampai dengan 300 meter persegi.
Keberadaan populasi bambu di pinggir sungai berperan sebagai tanggul alami.
Bambu berfungsi menahan area aliran air sungai supaya tidak ada pelebaran.
Dengan demikian, jika di tepi-tepinya ada bambu, sungai bukan melebar, melainkan bertambah dalam.
Baca juga: Masa Tanggal Darurat Longsor Pandanarum Diperpanjang, Dapur Umum PMI Tetap Buka
Keberadaan populasi tanaman bambu juga dapat mencegah bencana angin puting beliung.
"Ketika bambu tumbuh mengelilingi sebuah desa, maka desa itu aman dari sapuan angin kencang. Makanya bambu itu penting,” tutur dia.
Sulewi menegaskan, merawat bambu dalam konteks konservasi alam dan antisipasi bencana merupakan tanggungjawab bersama.
Sementara, Kepala BKPH Regaloh, Sudihartono, memaparkan bahwa ada bermacam jenis bambu di KPS Desa Regaloh, mulai dari jenis bambu duri, bambu wulung, bambu gading (pring kuning), bambu apus, dan bambu petung.
Pelbagai jenis bambu itu tumbuh di KPS tepi Sungai Regaloh dalam area seluas 4,3 hektare.
Semua bambu-bambu ini berguna sebagai penahan erosi di KPS. Sehingga terus dilestarikan oleh Perhutani dan masyarakat. (mzk)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Bambu-pati-khas.jpg)