Rabu, 22 April 2026

Berita Jateng

Kasus HIV/AIDS di Blora Diklaim Turun

2023, 212 kasus pada 2024, 145 kasus pada 2025, mengalami penurunan signifikan.

Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: khoirul muzaki
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi HIV/Aids. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan peringatan Hari AIDS Sedunia yang berlangsung di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah Kabupaten Blora. 


Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora, Edy Widayat, Ketua TP PKK Blora, Ainia Shalichah, serta Ibu-ibu dari Gerakan Organisasi Wanita (GOW), Senin (1/12/2025).


Wakil Bupati yang akrab dipanggil Budhe Rini, menekankan bahwa peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini mengangkat tema dunia “Overcoming Disruption, Transforming the AIDS Response”, sedangkan tema nasional adalah “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV.”


Menurutnya, kedua tema tersebut mengingatkan bahwa berbagai disrupsi global, dinamika sosial, dan tantangan pendanaan tidak boleh menghambat upaya bersama dalam mencapai target Ending AIDS 2030.


“Justru sebaliknya, kita harus bangkit, beradaptasi, dan melakukan transformasi menyeluruh dalam sistem layanan HIV/AIDS agar semakin kuat, responsif, dan mampu menjangkau seluruh masyarakat,” kata Sri Setyorini.


Lebih lanjut, Sri Setyorini menegaskan bahwa tema peringatan tahun ini juga menonjolkan pentingnya memperkuat tata kelola kesehatan, meningkatkan efisiensi pendanaan, serta memberdayakan komunitas sebagai mitra utama. 


Hal ini, kata Sri Setyorini, dibutuhkan untuk memastikan bahwa layanan HIV/AIDS di Kabupaten Blora tetap inklusif, manusiawi, dan mudah diakses, terutama bagi kelompok-kelompok yang rentan.


Sri Setyorini menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Blora terus berkomitmen dalam menghapus stigma dan diskriminasi, memperluas jangkauan pemeriksaan, pengobatan, serta dukungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.


Pada kesempatan itu, Sri Setyorini juga memaparkan perkembangan situasi HIV/AIDS di Kabupaten Blora. Data menunjukkan, 213 kasus pada 2022, 190 kasus pada 2023, 212 kasus pada 2024, 145 kasus pada 2025, mengalami penurunan signifikan.


Dari total kasus tahun 2025, 21 persen merupakan pendatang, dan 58?rasal dari kelompok usia produktif 25–49 tahun.


“Angka-angka ini memberi pesan jelas bahwa penanganan HIV tidak boleh kendor. Kita harus terus memperkuat pengawasan, memperluas edukasi, mendorong deteksi dini, memastikan keberlanjutan pengobatan, dan menciptakan lingkungan yang bebas stigma,” tegasnya.

Baca juga: 7 Polisi Gadungan di Banyumas Jebak Pemuda Pakai Narkoba


Di akhir sambutan, Sri Setyorini, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga kesehatan, relawan, komunitas peduli HIV, serta para pemangku kepentingan yang telah bekerja keras selama ini.


“Perjuangan ini tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor—pemerintahan, dunia pendidikan, tokoh agama, organisasi pemuda, hingga keluarga—untuk memastikan keberlanjutan layanan dan melindungi kelompok rentan dari risiko penularan,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Ainia Shalichah mengajak seluruh peserta untuk tetap menjaga harapan, menguatkan diri, dan tidak merasa sendirian dalam menghadapi kondisi mereka. 


Ia menegaskan bahwa setiap manusia memiliki nilai yang sama di mata Tuhan, tanpa memandang sakit atau sehatnya seseorang.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved