Senin, 4 Mei 2026

Berita Jateng

Respon Kepsek SMA Soal Kebijakan 6 hari Sekolah Kembali Diterapkan di Jawa Tengah

SMA Negeri 1 Blora turut merespon wacana penerapan kembali program enam hari sekolah bagi SMA/SMK.

Tayang:
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: khoirul muzaki
KOMPAS.COM/DOK SMAN1 KAMPUNG LAUT
ILUSTRASI. MENGERJAKAN UJIAN - Siswa SMAN 1 Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mengikuti ujian Penilaian Semester Akhir Tahun (PSAT) di tengah rob, Rabu (28/5/2025). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA -Wacana kebijakan penerapan enam hari sekolah untuk jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) menuai respon kalangan pendidikan. 

Otoritas SMA Negeri 1 Blora turut merespon wacana penerapan kembali program enam hari sekolah bagi SMA/SMK.


Hal itu usai Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, menyatakan bakal mengkaji wacana program enam hari sekolah untuk kembali diterapkan.


Kepala SMA Negeri 1 Blora, M. Ali Rozaq, mengatakan bakal mendukung apapun keputusan yang akan diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.


"Saya sebagai kepala sekolah adalah kepanjangan dari program pemerintah. Maka apapun yang dihasilkan oleh pimpinan kita harus ikut," terangnya, Selasa (25/11/2025).


Kendati demikian, Ali Rozaq mengatakan secara pribadi (tidak mewakili sekolah) kalau diizinkan bakal usul agar sekolah pulang lebih awal, tidak terlalu sore.


"Secara pribadi pengennya itu sekolah bisa pulang sebelum jam 13.00 WIB. Biar orang tua itu lebih bertanggung jawab pada anaknya."


"Kalau pulang sore seolah-olah anak itu diambil oleh sekolah atau negara. Jadi pulang sebelum jam 13.00 WIB, kemudian istirahat nanti dia di rumah bisa bekerja bantu orang tua. Soal ketakutan main game itu hal lain," jelasnya.

Baca juga: Kajian Lingkungan Rampung, Proyek Panas Bumi di Dieng Wonosobo Siap Dikerjakan


Meskipun begitu, sebagai kepala sekolah pihaknya akan tetap tunduk pada keputusan yang telah diambil oleh pimpinan atau Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.


"Kalau sudah menjadi kebijakan pimpinan kita yang di lapangan harus mendukung, melaksanakan," jelasnya.


Sementara itu, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Blora turut menanggapi wacana penerapan kembali program enam hari sekolah bagi SMA/SMK.

Hasil Evaluasi

Ketua PGRI Blora, Yatni, mengatakan wacana penerapan kembali program 6 hari sekolah merupakan bentuk evaluasi dari program 5 hari sekolah yang sudah dilaksanakan.


"Kalau ada wacana mungkin dievaluasi, agar kembali ke 6 hari sekolah, pada prinsipnya kalau itu memang baik untuk anak-anak, kami juga setuju-setuju saja," jelasnya, Selasa (25/11/2025).


Lebih lanjut, Yatni menyampaikan ada plus minus pada penerapan program 5 hari sekolah yang sudah diterapkan, dan telah disepakati bersama sebelumnya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved