Jumat, 24 April 2026

Berita Jateng

Batik Rifaiyah Diakui Warisan Budaya tak Benda, Jadi Semangat Pembatik Muda di Batang

Batik Rifa'iyah resmi menyandang predikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dari Kementerian Kebudayaan RI.

Penulis: dina indriani | Editor: khoirul muzaki
Dina Indriani
BATIK RIFAIYAH - Sejumlah pembatik saat membatik motif rifaiyah di galeri Batik Rifaiyah Desa Kalipucang, Batang.Usai menyandang predikat WBTb pegiat Batik Rifa'iyah 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Batik Rifa'iyah resmi menyandang predikat Warisan Budaya Tak benda (WBTb) dari Kementerian Kebudayaan RI.


Penetapan ini diumumkan di Jakarta pada 7 Oktober 2025, menjadi tonggak penting bagi pelestarian batik khas Batang yang sarat nilai spiritual dan sejarah.


Pengakuan tersebut disambut hangat oleh Miftakhutin, pegiat Batik Rifa'iyah yang selama ini konsisten menjaga warisan para leluhur.


Ia menyebut, momentum ini bukan sekadar pengakuan, melainkan panggilan untuk menghidupkan kembali kejayaan batik yang sempat meredup.

Baca juga: Jembatan Senilai Rp 14,8 Miliar di Kebumen Sudah Bisa Dilintasi Pemotor


“Batik Rifa'iyah sudah lama ada, tapi baru sekarang bisa bangkit lagi. Kami segera berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pengakuan ini benar-benar mengembalikan marwah Batik Rifa'iyah seperti dulu,” ujar Miftakhutin, Kamis (16/10/2025).


Tak hanya soal pelestarian, tantangan terbesar yang dihadapi para perajin adalah regenerasi.


Miftakhutin menegaskan, pihaknya mulai menyusun skenario untuk menumbuhkan tunas-tunas muda pembatik di Desa Wisata Kalipucang Wetan.


"Kami ingin anak-anak muda ikut terlibat. Kalau tidak dimulai sekarang, Batik Rifa'iyah bisa kehilangan penerusnya,” pungkasnya.(din)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved