Jumat, 1 Mei 2026

Berita Jateng

Industri Wisata Wonosobo Masih Bergeliat, Penetapan Geopark Dieng Ikut Mendongkrak

Ia menjelaskan bahwa rata-rata lama tinggal (length of stay) wisatawan di Wonosobo saat ini berada di angka 1,53 hari. 

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS/IMAH MASITOH
Pengunjung berfoto di jembatan kaca Kahyangan Skyline Wonosobo, Sabtu (17/6/2023). Tempat wisata ini menawarkan pemandangan keindahan alam Telaga Menjer, Gunung Sindoro, dan Gunung Sumbing. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke daerah telah menembus angka 2,2 juta orang hingga September 2025. Dari jumlah tersebut, 2.160 orang merupakan wisatawan mancanegara. 


Capaian ini sekaligus menunjukkan potensi besar sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi lokal Kabupaten Wonosobo.


Kepala Disparbud Wonosobo, Fahmi Hidayat, mengungkapkan bahwa pariwisata menjadi bagian dari visi besar pembangunan daerah. 


Ia menjelaskan bahwa rata-rata lama tinggal (length of stay) wisatawan di Wonosobo saat ini berada di angka 1,53 hari. 


"Iya jumlah rata-rata lama tinggal ini memang belum seperti yang kita harapkan," ucapnya, Minggu (5/10/2025). 


Salah satu tantangan yang dihadapi adalah menciptakan atraksi wisata malam hari atau night attraction yang menarik dan dapat memperpanjang masa inap wisatawan.


Fahmi tidak menutup mata bahwa tren kunjungan tahun ini dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal, seperti perlambatan ekonomi nasional dan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. 


Ia menyebut pula adanya dampak dari kebijakan Gubernur Jawa Barat yang membatasi perjalanan wisata dari daerah tersebut, yang selama ini menjadi salah satu kontributor kunjungan ke Wonosobo.


Dari sisi kontribusi ekonomi, sektor pariwisata Wonosobo telah menyumbang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). 


Ia menyebut, hingga minggu ketiga September 2025, pendapatan dari sektor ini telah mencapai 69 persen dari total target Rp8,9 miliar. 


Fahmi menyebut, capaian ini menjadi bukti bahwa strategi penguatan ekosistem wisata mulai menunjukkan hasil.


Dikatakannya, Dieng masih menjadi magnet utama bagi wisatawan. 


“Kalau berdasarkan pertanyaan survei, riset, maupun percakapan di media sosial, jelas Dieng masih menjadi sesuatu yang sangat menarik dengan segala macam personanya,” kata Fahmi.


Namun, ia menegaskan pentingnya diversifikasi destinasi agar Wonosobo tak hanya mengandalkan Dieng. Untuk itu, atraksi lain seperti Festival Balon Udara terus dikembangkan. 

Baca juga: Selamatkan Ribuan Telur Penyu, Kisah Perjuangan Relawan Nagaraja Cilacap Menjaga Laut Selatan


“Tahun ini sudah ada dua peserta balon dari Brazil dan Kolombia. Tahun depan ada enam negara tambahan seperti Argentina, Prancis, Meksiko, dan El Salvador,” ungkapnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved