Berita Jepara
DPRD Jepara Rusak dan Dijarah Massa, Pegawai Terpaksa Bekerja Lesehan di Musala. Tetap Masuk 8 Jam
Staf Setwan DPRD Jepara bekerja di musala dan gerai UMKM setelah kantor mereka rusak akibat demo. Mereka tetap bekerja 8 jam dengan peralatan pribadi.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Musala dan gerai UMKM menjadi tempat kerja sementara pegawai Sekertariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara.
Sejak Senin (1/9/2025) hingga hari ini, Selasa (2/9/2025), mereka menggunakan tempat itu untuk bekerja lantaran gedung DPRD Jepara masih porak poranda setelah jadi sasaran amuk massa saat demo, Minggu (31/8/2025) dini hari.
Tentu saja, di tempat baru ini kondisinya tak sebaik ruang kerja.
Mereka harus bekerja dengan lesehan tanpa alas.
Ada yang di selasar, ada pula yang di dalam musala.
Alih-alih menggunakan PC, mereka mengerjakan pekerjaan meneggunakan laptop pribadi yang diletakkan di kardus kertas.
Di dekat mereka terlihat kardus air mineral dan nasi boks.
Baca juga: Demo di Jepara Tuntut Kapolri Mundur, Kantor DPRD Dijarah
Sejak kerusakan, Minggu, kantor DPRD Jepara belum sepenuhnya bersih.
Pantauan Selasa siang, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara yang datang, masih fokus membersihkan halaman kantor DPRD Jepara.
Sementara, bagian dalam, belum dibersihkan.
Staf yang bekerja belum diizinkan mengubah barang apapun yang berada di dalam gedung DPRD Jepara karena dalam proses investigasi pihak kepolisian.
Petugas keamanan yang biasanya di rolling sehari tiga kali yaitu, pagi, sore, dan malam, paska insiden kebakaran, saat ini disiagakan 1x24 jam.
Jumlah petugas juga ditambah, jika biasanya hanya 1-2 orang, kini dijaga sekitar 10-12 orang.
Tetap Bekerja 8 Jam
Ketua DPRD Kabupaten Jepara Agus Sutisna mengatakan, meskipun saat ini Gedung DPRD belum bisa digunakan, seluruh staf dan pegawai tetap bekerja seperti biasa
Mereka tetap bekerja pukul 07.00-15.00 WIB.
| Lautan Manusia Padati Alun-alun Jepara, Puluhan Ribu Jemaah Hadiri Pengajian Gus Iqdam |
|
|---|
| Gebrakan Kota Ukir: Pameran TATAH 2026 Siap Boyong Mahakarya Jepara ke Panggung Nasional |
|
|---|
| Pelaku Tewas, Polisi Hentikan Proses Hukum Kasus Pembakaran Mantan Istri dan Mertua di Jepara |
|
|---|
| Terbakar Api Cemburu Buta,Motif Pria di Jepara Bakar Mantan Istri dan Ibu Mertua saat Terlelap Tidur |
|
|---|
| Dianggap Tidak Efisien, Pemkab Jepara Tak Berlakukan WFH Setiap Jumat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/02092025-pegawai-DPRD-jepara-bekerja-di-musala.jpg)