Sabtu, 11 April 2026

Berita Jateng

Car Free Night Kudus Ditiadakan Buntut Aksi Rusuh Di mana-mana

Kegiatan pasar rakyat di malam hari bertajuk Car Free Night (CFN) di Kabupaten Kudus pada September ini ditiadakan.

Penulis: Saiful Masum | Editor: khoirul muzaki
Saiful Masum
SEMARAK CFN - Pengunjung memadati kawasan Car Free Night (CFN) di Jalan dr. Ramelan Kudus dengan berburu kuliner, Sabtu (2/8/2025) malam. Uji coba CFN kali ini diikuti oleh 155 pedagang dengan berbagai jenis dagangan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Kegiatan pasar rakyat di malam hari bertajuk Car Free Night (CFN) di Kabupaten Kudus pada September ini ditiadakan.

Semula CFN bakal digelar kedua kalinya pada 6 Agustus di tempat yang sama Jalan Dr Ramelan seperti penyelenggaran CFN pertama pada Juli lalu.

Namun, rencana tersebut tidak bisa ditindaklanjuti dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang terjadi di berbagai daerah.

Sebagai upaya antisipasi hal-hal yang berpotensi menimbulkan kericuhan di tengah berkumpulnya masyarakat.

Penundaan CFN pada September ini disampaikan langsung oleh Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, Senin (1/9/2025).

Kata dia, CFN pertama digagas pada pekan pertama Juli. Artinya, CFN sedianya kembali digelar pada pekan pertama Agustus.

Sebagai kepala daerah, Sam'ani menilai bahwa saat ini situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak.

Salah satunya kegiatan CFN, di mana pada penyelenggaraan CFN perdana Juli lalu mampu menyedot ribuan pengunjung dalam semalam.

"Kalau (ada) kerumuman massa, bisa kita cegah lebih awal. Hal-hal yang tidak kita inginkan, dicegah lebih awal, baru kita evaluasi, bisa mengakomodir kegiatan masyarakat," terangnya.

Selain itu, Bupati juga bakal mempertimbangkan beberapa kegiatan dari rangkaian Hari Jadi ke-476 Kota Kudus yang melibatkan orang banyak sebagai langkah antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Prabowo Siap Sikat Mafia di Balik Aksi Rusuh, Sebut Ada Niat Hancurkan Pembangunan

Koordinasi pemerintah daerah dengan pihak terkait, seperti kepolisian dan TNI juga diperlukan sebagai langkah antisipatif agar Kudus tetap aman dan damai. Mengingat rangkaian dan puncak Hari Jadi Kudus digelar pada September.

Sebelumnya, Kabid PKL Dinas Perdagangan Kudus, Imam Prayitno mengatakan, ada beberapa catatan dan evaluasi hasil penyelenggaraan CFN perdana pada Juli lalu.

Di antaranya, masukan dari masyarakat agar fasilitas hiburan yang digelar saat CFN tidak dengan suara keras hingga menganggu masyarakat.

Selain itu, masyarakat di lokasi CFN juga meminta agar dilakukan penataan ulang dengan memberikan akses jalan jika terjadi kegawatdaruratan. Misalnya masyarakat membutuhkan pertolongan medis secara mendadak saat CFN digelar.

"Terkait dengan usulan agar CFN diperpanjang waktu dan lokasinya, kami terima namun belum bisa ditindaklanjuti. Nah bulan ini September, karena desain awal CFN dilakukan di awal bulan, maka bulan ini ditiadakan sementara dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang terjadi saat ini," tuturnya.

Pada CFN Juli lalu diikuti kurang lebih 150 pedagang. Sementara daftar waiting list pedagang yang belum bisa diakomodir mencapai 250-an pedagang. (Sam)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved