Demo Ojol
Demo Kematian Ojol di Mapolda Jateng Panas, Lemparan Botol Air Mineral Pendemo Dibalas Gas Air Mata
Demo terkait tewasnya Affan Kurniawan memanas di Polda Jateng. Lemparan botol air mineral pendemo dibalas tembakan gas air mata dan water canon.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM,SEMARANG - Massa gabungan dari driver ojek online (ojol) dan aliansi mahasiswa Semarang menggeruduk Mapolda Jateng buntut kematian driver ojol Affan Kurniawan akibat dilindas mobil rantis Brimob.
Ratusan massa aksi memadati depan Polda Jateng sejak pukul 15.00 WIB.
Massa awalnya menyanyikan sejumlah yel-yel yang mengkritik polisi serta melakukan orasi.
Namun, sekitar pukul 16.00 WIB, suasana memanas.
Sejumlah peserta aksi melempar sejumlah botol air mineral ke kepolisian yang menjaga ketat pintu gerbang utama Polda Jateng di Jalan Pahlawan.
"Kami hanya menyampaikan aspirasi," terang salah satu orator aksi.
Baca juga: Ribuan Driver Ojol Geruduk Mako Brimob Solo, Tuntut Pengusutan Tuntas Kematian Affan Kurniawan
Sementara, dari sisi dalam Mapolda Jateng, ratusan personel bersiaga.
Puluhan mobil dan kendaraan barakuda juga berjajar siap dioperasikan.
"Ya, kami melakukan pengamanan aksi mahasiswa dan ojol ini. Silahkan menyampaikan aspirasi dengan tertib," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jateng Kombes Pol Artanto.
Polisi menembakan gas air mata berulang kali dan menembakkan meriam air ke arah aksi demonstran.
Peserta aksi sempat mundur tetapi mereka terus berusaha masuk ke area Polda Jateng.
Protes Kekerasan Polisi

Polisi kemudian mengamankan kawasan depan Mapolda Jateng.
Mereka membuat barikade dari barisan polisi bertameng dilengkapi helm dan pentungan.
Tentu saja, hal ini membuat pendemo semakin emosi.
Seorang perempuan pendemo kemudian mendatangi pasukan kepolisian untuk memprotes tindakan kekerasan yang dilakukan aparat.
"Saya tidak bawa apa-apa, bapak bawa itu (menunjukkan ke water Cannon dan pasukan kepolisian)," kata pendemo wanita tersebut yang belum diketahui identitasnya di hadapan puluhan polisi.
Tampak ada tiga polisi, satu memakai seragam, dan sisanya memakai pakaian preman berusaha menenangkan perempuan tersebut.
Namun, polisi tersebut tidak bisa berbuat banyak.
"Jawab bapak," kata perempuan itu.
Baca juga: Geger Tunjangan DPR, Buruh dan Mahasiswa Bakal Demo Gedung DPR Hari Ini, 425 Polisi Disiagakan
Dia menekankan, para mahasiswa sudah berusaha menghargai polisi.
Tetapi, dia menyayangkan polisi yang melakukan tindakan represif.
"Saya jelas menghargai, jelas, tapi harus pakai ini ya (menunjukkan tanggan ke kendaraan watercanon)," katanya.
Selepas perempuan itu protes, polisi enggan menanggapi yang berujung perempuan tersebut kembali bergabung ke barisan massa aksi.
Dipukul Mundur
Pengamatan di lapangan, massa aksi terpecah menjadi dua.
Ada massa aksi yang dipukul mundur ke arah jalan Sriwijaya atau ke sisi Timur Mapolda Jateng.
Adapula massa aksi yang didesak mundur oleh polisi ke arah barat atau Simpang Lima.
Terlihat pula pasukan bantuan dari TNI.
Mereka datang pukul 16.55 WIB dan bersiaga di gerbang utama Mapolda.
Hingga sore ini, polisi masih berusaha memukul mundur peserta massa aksi terutama massa yang mundur ke arah Simpang Lima Semarang. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.