Berita Internasional
Perempuan di Iran Kini Diizinkan Kendarai Motor
Pemerintah Iran secara resmi mengizinkan perempuan mengendarai motor dan memperoleh surat izin mengemudi (SIM), Selasa (3/2/2026).
Ringkasan Berita:
- Perempuan di Iran secara resmi diperbolehkan mengendarai motor dan memperoleh surat izin mengemudi (SIM), Selasa (3/2/2026).
- Aturan ini sebelumnya telah mengantongi persetujuan kabinet pada akhir Januari.
- Sebelumnya, Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref resmi menandatangani resolusi untuk memperjelas peraturan lalu lintas pada Selasa.
- Dengan berlakunya aturan baru ini, polisi lalu lintas Iran kini diwajibkan untuk memfasilitasi pelatihan praktis bagi pelamar perempuan.
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN - Iran melakukan gebrakan fenomenal.
Ya, hal itu terkait diizinkannya perempuan mengendarai motor dan memperoleh surat izin mengemudi (SIM), Selasa (3/2/2026).
Sebetulnya, turan ini sebelumnya telah mengantongi persetujuan kabinet pada akhir Januari.
Lalu, Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref resmi menandatangani resolusi untuk memperjelas peraturan lalu lintas pada Selasa.
Kebijakan bersejarah ini sekaligus mengakhiri perdebatan hukum yang telah berlangsung selama bertahun-tahun terkait hak berkendara roda dua bagi perempuan.
Meskipun hukum di Iran sebelumnya tidak secara gamblang melarang perempuan mengendarai motor atau skuter, pada praktiknya pihak berwenang selalu menolak permohonan penerbitan surat izin tersebut.
Kepastian hukum bagi pengendara perempuan Area abu-abu dalam peraturan sebelumnya kerap merugikan kaum hawa di Iran.
Baca juga: Iran Ganti Sistem Pertahanan Udara yang Rusak usai Perang Lawan Israel
Di Iran, tanpa adanya SIM resmi, perempuan sering kali dianggap bersalah secara hukum saat terjadi kecelakaan, bahkan dalam kondisi mereka adalah korban sekalipun.
Dengan berlakunya aturan baru ini, polisi lalu lintas Iran kini diwajibkan untuk memfasilitasi pelatihan praktis bagi pelamar perempuan.
Ujian mengemudi akan diselenggarakan di bawah pengawasan langsung pihak kepolisian sebelum akhirnya menerbitkan SIM motor bagi pemohon perempuan yang lulus.
Perubahan ini terjadi setelah gelombang protes di seluruh Iran yang awalnya dipicu oleh keluhan ekonomi.
Namun, protes itu berkembang menjadi demonstrasi anti-pemerintah di seluruh negeri.
Teheran mengakui lebih dari 3.000 orang tewas selama kerusuhan tersebut.
Mereka bersikeras bahwa sebagian besar korban adalah anggota pasukan keamanan dan warga sipil.
Sejak Revolusi Islam 1979, perempuan di Iran memang menghadapi berbagai pembatasan sosial, termasuk aturan berpakaian yang dianggap menantang saat harus mengendarai motor.
Baca juga: Iran Akui Serangan AS dan Israel Bikin Instalasi Nuklir Rusak Parah
| Terbongkar Mafia Pupuk Subsidi di Jateng: Operasi Sejak 2020, Selewengkan 665,5 Ton Senilai Rp4,3 M |
|
|---|
| Jalan Bung Karno Purwokerto Spot Joging Favorit di Pagi Hari: Sejuk, Pemandangan Menara Teratai |
|
|---|
| Kekalahan Persibas Berujung Ricuh, Satu Panpel Alami Luka Robek Serius di Bagian Kepala |
|
|---|
| Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Perbaikan Jalan Digenjot Sebelum Lebaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Begini-Cara-Naik-Motor-Matik-di-Tanjakan-Turunan-c.jpg)