Tak Berniat Menakuti, Dr Faizal Ingatkan Anak Muda Rutin Cek Jantung
Dokter CVSKL Malaysia, Dr Wan Faizal, ajak anak muda tak takut periksa jantung di acara Ibis Styles Simpang Lima Semarang, Sabtu (16/5).
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Dokter ahli jantung CVSKL Malaysia, Dr Wan Faizal ingatkan pentingnya deteksi dini.
- Anak muda diimbau tidak merasa takut untuk memeriksakan diri ke dokter.
- Pencegahan bisa dicapai lewat pola hidup sehat dan bantuan obat penurun kolesterol.
- Sebanyak 40 persen pasien Dr Faizal berasal dari Indonesia di rentang usia 30-80 tahun.
- Seminar Kenali Kesehatan Jantung Anda digelar di Semarang pada Sabtu (16/5/2026).
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jantung dinilai masih sangat perlu ditingkatkan, terutama bagi kelompok usia muda yang kerap mengabaikan kemunculan gejala awal penyakit kardiovaskular.
Konsultan Ahli Jantung dari institusi CVSKL Malaysia, Dr Wan Faizal Wan Rahimi Shah, mengatakan betapa pentingnya pemeriksaan awal pada gejala penyakit jantung. Sebab, ia mendapati banyak pasien yang datang dalam kondisi penyakit yang sudah cukup parah hanya karena terlambat melakukan pemeriksaan awal.
“Kalau tidak ada tindakan awal, pastinya penyakit itu akan menjadi lebih parah. Padahal tindakan awal itu kadang hanya perlu perubahan gaya hidup atau obat tertentu seperti penurun kolesterol,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (16/5/2026).
Baca juga: Pilu, Keluarga Pasien Jantung Pekuncen Banyumas Sempat Dikira Begal saat Cari Bantuan Mobil ke RS
Ia menegaskan, kalangan anak muda tidak perlu merasa takut untuk segera memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter spesialis.
Sebab, tujuan utama dari konsultasi medis bukan untuk menakut-nakuti pasien, melainkan semata-mata membantu menemukan solusi penyembuhan terbaik.
Ia menjelaskan lebih lanjut, langkah pencegahan penyakit jantung sejatinya dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana seperti rutin berolahraga, menjaga berat badan tetap ideal, serta mengontrol pola makan setiap hari.
Selain itu, pasien yang memiliki faktor risiko tinggi, seperti tekanan darah tinggi maupun gejala pra-diabetes, juga sangat perlu mendapatkan pengawasan dan penanganan yang lebih dini agar tidak berkembang menjadi penyakit kronis yang serius.
Dr Wan Faizal juga menuturkan bahwa pasien tetap memiliki hak penuh untuk memilih metode perawatan yang dirasa paling sesuai.
Namun demikian, dokter akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan hasil pengobatan berjalan optimal sesuai harapan.
Menariknya, ia menyebut sekitar 40 persen dari pasien yang selama ini ditanganinya ternyata berasal dari Indonesia, dengan rentang usia mulai dari 30 tahun hingga golongan lanjut usia di atas 80 tahun.
Ia menambahkan, pesatnya perkembangan teknologi medis saat ini turut andil meningkatkan rasio keberhasilan dalam penanganan penyakit jantung.
Menurutnya, fasilitas kesehatan yang memiliki perangkat teknologi modern mampu memberikan hasil perawatan yang jauh lebih maksimal dan tahan lama bagi pasien.
Sebagai bentuk edukasi kesehatan secara langsung kepada masyarakat Indonesia, pihak CVSKL juga menggelar kegiatan bertajuk Kenali Kesehatan Jantung Anda yang diselenggarakan di Ibis Styles Simpang Lima, Semarang, Sabtu (16/5/2026).
Seminar kesehatan edukatif tersebut secara rinci membahas pentingnya deteksi dini dan tahapan penanganan penyakit jantung secara tepat sasaran.
| Perkuat Jejaring Global, UT Purwokerto Gandeng IIUM Malaysia dalam Riset dan Pertukaran Mahasiswa |
|
|---|
| Dinkes Banyumas Larang Puskesmas Biarkan Keluarga Rujuk Pasien Pakai Motor |
|
|---|
| Klarifikasi Puskesmas Pekuncen 1 Banyumas: Keluarga Pasien Tak Sabar |
|
|---|
| "Saya Emosi", Permintaan Maaf Pengunggah Kasus Pasien Jantung Meninggal di Banyumas |
|
|---|
| Go Global, HIPMI Jateng Targetkan 20 UMKM Jawa Tengah Bisa Pameran di Malaysia dan Thailand |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260516-kesehatan-jantung-cvskl-malaysia.jpg)