Berita Pekalongan
Kopi Robusta Kutorojo Pekalongan Tembus Pasar Ekspor Yunani, Apa Istimewanya?
Kopi Robusta dari Kutorojo Pekalongan merambah pasar ekspor. Senin, ada 19 ton kopi yang dikirim ke Yunani.
Penulis: Indra Dwi Purmomo | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Kopi Robusta Kutorojo Pekalongan naik kelas, merambah pasar ekspor Yunani.
- Senin, ada 19 ton kopi Robusta Pekalongan yang dikirim ke Yunani.
- Kopi tersebut merupakan produk pertanian petani lokal binaan BI Tegal.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KAJEN - Kopi Robusta hasil pertanian petani Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, merambah pasar ekspor.
Senin (9/3/2026), sebanyak 19,8 ton kopi Robusta Pekalongan dikirim ke Yunani.
Ekspor kopi Robusta Pekalongan ini difasilitasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tegal sebagai upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) penghasil kopi daerah menembus pasar internasional.
Kopi tersebut akan dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan tujuan Pelabuhan Thessaloniki, Yunani, sebelum didistribusikan ke wilayah Macedonia.
Kepala Perwakilan BI Tegal, Bimala menyampaikan bahwa ekspor ini menunjukkan potensi besar kopi Pekalongan untuk bersaing di pasar global sekaligus menjadi bukti kesiapan UMKM daerah dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.
Menurutnya, keberhasilan ekspor ini tidak lepas dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan Bank Indonesia kepada kelompok tani dan pelaku UMKM kopi.
"Sebelumnya, pada November 2025, kopi Robusta Pekalongan juga telah berhasil menembus pasar Yunani dengan volume ekspor mencapai 59,4 ton yang dikirim dalam tiga kontainer biji kopi hijau (green bean)," kata Bimala seusai melepas ekspor kopi, di halaman Dinkop UKM Kabupaten Pekalongan, Senin (9/3/2026).
Ekspor tersebut dilaksanakan oleh KUB Lumbung Kopi Nusantara, kelompok tani dan UMKM kopi binaan KPwBI Tegal yang berlokasi di Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.
Kelompok usaha ini mengelola dan mengkonsolidasikan lahan seluas sekitar 60 hektare di kawasan perhutanan sosial Perhutani KPH Pekalongan Timur.
Selain memproduksi green bean, mereka juga menghasilkan produk kopi olahan seperti roasted bean dan kopi bubuk.
"Selama proses pembinaan, kelompok tersebut mengikuti berbagai program peningkatan kapasitas, di antaranya pelatihan pascapanen kopi di Purwokerto pada 2024, kurasi dan pelatihan standar mutu green bean di Jakarta pada 2025, serta partisipasi dalam Java Coffee & Flavour Festival di Surabaya pada tahun yang sama," imbuhnya.
Ekspor kopi Robusta Pekalongan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perolehan devisa negara, meningkatkan pendapatan petani, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional berbasis komoditas unggulan daerah.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi menilai, ekspor ini menunjukkan besarnya peluang kopi Pekalongan di pasar internasional.
"Ini merupakan ekspor kelima kopi Pekalongan ke Yunani dan menjadi ekspor pertama pada tahun 2026 dengan volume sekitar 19 ton."
| Dinsos Pekalongan Ingatkan Pentingnya Proses Adopsi Legal: Hindari Potensi Sengketa Status Anak |
|
|---|
| 350 Santri Padepokan Padang Ati Pekalongan Dipulangkan, Pemprov Jateng Desak Ponpes Ditutup |
|
|---|
| 15 Santri di Ponpes Padepokan Padang Ati Pekalongan Belum Dijemput Keluarga |
|
|---|
| Polisi Olah TKP Kasus Percabulan, Aktivitas Padepokan Padang Ati Pekalongan Dihentikan Sementara |
|
|---|
| Malu, Santri Korban Percabulan di Padepokan Pekalongan Memilih Diam Bertahun-tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/10032026-ekspor-kopi-robusta-pekalongan-ke-yunani.jpg)