Berita Jateng
Bawang Merah dan Emas Jadi Pemicu Inflasi di Jateng, November 2025 Inflasi 0,10 Persen
Inflasi Jateng tahunan (yoy) tercatat 2,79 persen dan inflasi tahun kalender sebesar 2,20 persen.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- BPS Jateng mencatat laju inflasi di Jateng sebesar 0,10 persen secara bulanan (mtm).
- Angka tersebut lebih rendah dari Oktober 2025 yang mencapai 0,4 persen.
- Sementara itu, inflasi tahunan (yoy) tercatat 2,79 persen dan inflasi tahun kalender sebesar 2,20 persen.
- Bawang merah dan emas perhiasan menjadi pemicu inflasi di Jateng pada November 2025.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng mencatat laju inflasi di Jateng sebesar 0,10 persen secara bulanan (mtm).
Bawang merah dan emas perhiasan disebut menjadi pemicu inflasi di Jateng pada November 2025.
Angka inflasi tersebut lebih rendah dari Oktober 2025 yang mencapai 0,4 persen.
Adapun inflasi tahunan (yoy) tercatat 2,79 persen dan inflasi tahun kalender sebesar 2,20 persen.
Menurut Plt Kepala BPS Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi November, terutama akibat kenaikan harga bawang merah yang dipicu faktor cuaca.
"Musim yang tidak bersahabat memengaruhi pasokan dari sentra produksi bawang merah, sehingga harganya naik dan memberi andil inflasi sebesar 0,04 persen," sebut Endang, Senin (1/12/2025).
Selain bawang merah, penyebab inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau ini juga didorong oleh komoditi kacang panjang yang memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen dan cabai merah 0,02 persen.
Endang melanjutkan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga menjadi penyumbang inflasi pada November terutama karena kenaikan harga emas perhiasan.
Emas perhiasan memberikan andil inflasi 0,04 persen.
Baca juga: Gubernur Lufhfi Kirim Bantuan Pemprov Jateng untuk Korban Bencana ke Sumatera Senilai Rp 1,3 Miliar
Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya harga emas global seiring tingginya permintaan sebagai safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
"Harga emas perhiasan tercatat masih naik meski tidak setinggi kemarin. Andilnya 0,04 persen. Kenaikan harga emas ini memang dipengaruhi kenaikan harga emas global. Kalau kita lihat pergerakan harga emas ini seiring dengan meningkatnya permintaan sebagai aset yang safe haven seiring ketidakpastian global," paparnya.
Lebih lanjut, Endang menyebut, transportasi juga memberikan andil inflasi terutama disebabkan tarif angkutan udara yang menyubang inflasi sebesar 0,02 persen.
Di sisi lain, BPS mencatat sejumlah komoditas justru menjadi penahan laju inflasi. Daging ayam ras memberikan andil deflasi terbesar sebesar -0,05 persen, disusul telur ayam ras -0,02 persen, beras -0,01 persen, dan kentang -0,01 persen.
Selain itu, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga juga mengalami deflasi seiring turunnya harga detergen bubuk dan beberapa peralatan rumah tangga. (eyf)
| Warga Gerebek Kepala Desa Bedono Sayung Demak Diduga Selingkuh, Polisi Sebut Warga Salah Paham |
|
|---|
| Gubernur Lufhfi Kirim Bantuan Pemprov Jateng untuk Korban Bencana ke Sumatera Senilai Rp 1,3 Miliar |
|
|---|
| Fantastis, Harga Emas Antam Hari Ini Senin 1 Desember 2025 |
|
|---|
| Terungkap di Banyumas Jaringan Antarpulau, Narkoba Disembunyikan di Anus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/inflasi-jateng-okke.jpg)