Berita Banyumas
Penambang Pasir Sungai Serayu Banyumas Tiba-tiba Jadi Operator Perahu, Warga Bisa Hemat 1 Jam
Penutupan Jembatan Serayu Banyumas membuat perahu pasir beralih fungsi sebagai alat penyeberangan. Warga bisa pangkas waktu memutar hingga 1 jam.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Penutupan Jembatan Serayu Banyumas menghadirkan pekerjaan baru bagi penambang pasir.
- Mereka menggunakan perahu pasir sebagai alat penyeberangan dengan tarif Rp5.000-Rp8.000 per motor.
- Transportasi alternatif ini banyak dipilih warga karena bisa memperpendek jarak tempuh hingga 1 jam.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Jembatan Serayu Banyumas, Jawa Tengah, menjadi urat nadi yang menghubungkan aktivitas warga di dua sisi sungai sejak puluhan tahun lalu.
Namun, mulai Senin (15/6/2026), akses lewat Jembatan Serayu ditutup karena perbaikan yang dilakukan.
Di tengah terputusnya jalur vital di Banyumas itu, perahu pengangkut pasir mendadak berubah fungsi menjadi transportasi warga.
Bukan milik pemerintah, bukan pula layanan transportasi resmi.
Perahu sederhana yang sehari-hari digunakan mengangkut pasir hasil penambangan di Sungai Serayu itu kini menjadi alat penyeberangan alternatif bagi pelajar, pedagang, pekerja, hingga pengendara yang enggan memutar puluhan kilometer.
Jembatan Serayu Banyumas ditutup total untuk pekerjaan perbaikan hingga 30 Juli 2026 mendatang.
Baca juga: Bayar Sukarela, Perahu Pasir Muat 10 Motor Gantikan Jembatan Serayu
Rabu (17/6/2026), sejumlah pengendara mobil, terutama dari luar daerah, tampak kebingungan setelah mengetahui akses tersebut tidak dapat dilalui.
Sementara itu, pengendara sepeda motor dan pejalan kaki memilih menuju dermaga sederhana yang berada sekitar satu kilometer di sebelah barat jembatan.
Di sisi utara, lokasi penyeberangan berada di kawasan depo pasir Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor.
Sedangkan di sisi selatan, berada di Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas.
Di lokasi itulah perahu-perahu milik penambang pasir mulai beroperasi mengangkut warga menyeberangi Sungai Serayu.
"Biasa untuk mengangkut pasir. Sekarang dipakai juga untuk penyeberangan."
"Selain perahu ini, masih ada beberapa perahu lain yang digunakan untuk mengangkut warga," kata Tugiman, salah seorang pengelola penyeberangan sekaligus pemilik kapal pasir kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (17/6/2026).
Menurut dia, layanan penyeberangan dibagi dalam tiga sif kerja dan beroperasi selama 24 jam penuh.
| Purwokerto City Run 2026 Bidik Ribuan Pelari dari Seluruh Indonesia |
|
|---|
| Ratusan Korban Ancam Duduki Kantor Bank Mandiri Taspen Purwokerto |
|
|---|
| Giant Sea Wall Batang Digadang Bisa Atasi Masalah Banjir Rob |
|
|---|
| Sambut Libur Sekolah, Lokawisata Baturraden Adakan Lomba Video Pelajar |
|
|---|
| Perjalanan Sigit Pramono, dari Bankir hingga Pelopori Event Jazz Gunung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260617-perahu-penyeberangan-di-sungai-serayu-kaliori-banyumas-1.jpg)