Banyumas
Lirik Plastik KW2 Jadi Cuan, Kerajaan Selangor Datangi Banyumas
Pemkab Banyumas dan Kerajaan Selangor jajaki kerja sama B2B pengolahan limbah plastik KW2 jadi palet lantai di Purwokerto, Rabu (15/4).
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
Produk cetakan Banyumas ini selanjutnya siap diserap habis oleh tingginya permintaan pasar di Malaysia.
"Investasinya tidak terlalu besar, mereka menyiapkan mesin, lalu kita produksi palet dari limbah sampah. Hasilnya nanti akan diambil oleh pihak Malaysia," katanya.
Olah Plastik Campuran
Bukan sekadar berfokus mencetak palet, Kabupaten Banyumas juga turut membuka pintu peluang seluas-luasnya untuk penciptaan berbagai produk turunan lainnya yang dicetak dari biji plastik hasil daur ulang sampah.
Beberapa barang di antaranya seperti pembuatan ember serta aneka rupa perabotan kebutuhan rumah tangga tangga.
Sadewo secara spesifik menyebutkan, serpihan biji plastik yang sukses diproduksi dari sistem ini tergolong ke dalam jenis plastik campuran atau kerap dilabeli kualitas kedua (KW2).
Karakteristik plastiknya sangat jauh berbeda dengan plastik bening kualitas super yang berasal dari botol air mineral, sehingga wujud material daur ulang ini memang jauh lebih cocok diaplikasikan pada pabrikasi produk-produk non-pangan.
Sekalipun kualitasnya menduduki kelas KW2, Bupati Sadewo tetap optimistis bahwa nilai jual ekonominya sangatlah menjanjikan.
Perputaran uang dari bisnis ini bahkan diproyeksikan berpotensi jauh lebih tinggi dibandingkan sekadar meraup untung dari penjualan bahan bakar alternatif refuse-derived fuel (RDF).
"Kalau dari hitungan kami, ini bisa menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi daripada hanya menjual RDF," katanya.
Bahas Kota Kembar
Melebarkan sayap di luar patokan skema bisnis B2B, kesempatan kolaborasi antarpemerintah yang lebih luas juga terbuka di depan mata melalui diplomasi jalur government to government (G2G).
Momentum strategis ini mencakup kemungkinan lahirnya sebuah ikatan kerja sama kota kembar atau sister city yang menyatukan Kabupaten Banyumas dengan salah satu kota di kawasan Selangor.
Lebih lanjut Sadewo membeberkan, arus komunikasi positif antara kedua belah institusi negara ini sejatinya sudah berlangsung dengan cukup intens dalam kurun waktu beberapa waktu terakhir.
Sebagai bukti kedekatan, Kabupaten Banyumas bahkan sempat mendapat sebuah undangan istimewa untuk terbang memaparkan keberhasilan penerapan sistem pengelolaan sampah percontohannya di hadapan audiens di Kuala Lumpur.
"Ini bukan pertemuan pertama. Sudah beberapa kali komunikasi, dan kami juga diundang ke Kuala Lumpur menjelaskan pengelolaan sampah di Banyumas," katanya.
Susun Nota Kesepahaman
Dirinya memupuk asa tinggi agar proses penjajakan tahap awal ini bisa secepatnya dinaikkan statusnya menuju tahapan yang bersifat jauh lebih konkret.
| Tol Pejagan-Cilacap Rp27 T Ditawarkan ke Rusia, Bupati Banyumas Jadi Sales |
|
|---|
| Orang Meninggal Pesan Bunga, Kisah Mistis Toko Bunga Tertua di Purwokerto |
|
|---|
| Kisah Syekh Maulana Maghribi di Baturraden Diangkat Lewat Animasi AI |
|
|---|
| Rampas Tas Berisi Makeup, Jambret Asal Cilongok Bikin Korban Pingsan |
|
|---|
| Kholid Tepis Cibiran Orang Lewat 100 Porsi Rica Entok di Desa Baseh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260415-sadewo.jpg)