Kamis, 16 April 2026

Banyumas

Lirik Plastik KW2 Jadi Cuan, Kerajaan Selangor Datangi Banyumas

Pemkab Banyumas dan Kerajaan Selangor jajaki kerja sama B2B pengolahan limbah plastik KW2 jadi palet lantai di Purwokerto, Rabu (15/4).

Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
JAJAKI KERJA SAMA - Pengarah Urusan KDEB Waste Management (KDEBWM) Kerajaan Selangor, Malaysia, Datuk Ramli Mohd Tahir (kiri) bersama Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono (kanan) di Rumah Dinas Bupati, Purwokerto, Rabu, (15/4/2026). Kerajaan Selangor, Malaysia, datang langsung mempelajari sistem yang dinilai berhasil menekan biaya sekaligus menghasilkan nilai ekonomi. 

Produk cetakan Banyumas ini selanjutnya siap diserap habis oleh tingginya permintaan pasar di Malaysia.

"Investasinya tidak terlalu besar, mereka menyiapkan mesin, lalu kita produksi palet dari limbah sampah. Hasilnya nanti akan diambil oleh pihak Malaysia," katanya.

Olah Plastik Campuran

Bukan sekadar berfokus mencetak palet, Kabupaten Banyumas juga turut membuka pintu peluang seluas-luasnya untuk penciptaan berbagai produk turunan lainnya yang dicetak dari biji plastik hasil daur ulang sampah.

Beberapa barang di antaranya seperti pembuatan ember serta aneka rupa perabotan kebutuhan rumah tangga tangga.

Sadewo secara spesifik menyebutkan, serpihan biji plastik yang sukses diproduksi dari sistem ini tergolong ke dalam jenis plastik campuran atau kerap dilabeli kualitas kedua (KW2).

Karakteristik plastiknya sangat jauh berbeda dengan plastik bening kualitas super yang berasal dari botol air mineral, sehingga wujud material daur ulang ini memang jauh lebih cocok diaplikasikan pada pabrikasi produk-produk non-pangan.

Sekalipun kualitasnya menduduki kelas KW2, Bupati Sadewo tetap optimistis bahwa nilai jual ekonominya sangatlah menjanjikan.

Perputaran uang dari bisnis ini bahkan diproyeksikan berpotensi jauh lebih tinggi dibandingkan sekadar meraup untung dari penjualan bahan bakar alternatif refuse-derived fuel (RDF).

"Kalau dari hitungan kami, ini bisa menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi daripada hanya menjual RDF," katanya.

Bahas Kota Kembar

Melebarkan sayap di luar patokan skema bisnis B2B, kesempatan kolaborasi antarpemerintah yang lebih luas juga terbuka di depan mata melalui diplomasi jalur government to government (G2G).

Momentum strategis ini mencakup kemungkinan lahirnya sebuah ikatan kerja sama kota kembar atau sister city yang menyatukan Kabupaten Banyumas dengan salah satu kota di kawasan Selangor.

Lebih lanjut Sadewo membeberkan, arus komunikasi positif antara kedua belah institusi negara ini sejatinya sudah berlangsung dengan cukup intens dalam kurun waktu beberapa waktu terakhir.

Sebagai bukti kedekatan, Kabupaten Banyumas bahkan sempat mendapat sebuah undangan istimewa untuk terbang memaparkan keberhasilan penerapan sistem pengelolaan sampah percontohannya di hadapan audiens di Kuala Lumpur.

"Ini bukan pertemuan pertama. Sudah beberapa kali komunikasi, dan kami juga diundang ke Kuala Lumpur menjelaskan pengelolaan sampah di Banyumas," katanya.

Susun Nota Kesepahaman

Dirinya memupuk asa tinggi agar proses penjajakan tahap awal ini bisa secepatnya dinaikkan statusnya menuju tahapan yang bersifat jauh lebih konkret.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved