MUDIK 2026
Jeritan Pedagang Terminal Bulupitu Purwokerto: H-3 Lebaran Masih Sepi, Pendapatan Terjun Bebas
Pedagang di Terminal Tipe A Bulupitu Purwokerto mengeluh sepi pembeli. Pendapatan anjlok karena bus mudik diturunkan di luar terminal.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Nana (42), seorang pedagang makanan dan minuman ringan hanya duduk termenung depan kiosnya di Terminal Tipe A Bulupitu Kabupaten Banyumas, Rabu (18/3/2026).
- Nana mengatakan, suasana terminal tahun ini jauh lebih sepi dibandingkan tahun sebelumnya.
- Tahun lalu pada H-5 Lebaran, pendapatan harian bisa mencapai Rp 200 ribu- Rp 300 ribu.
- Tetapi tahun ini untuk mendapatkan Rp 100 ribu per hari saja susah.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO – Memasuki H-3 Lebaran, suasana di Terminal Tipe A Bulupitu, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terpantau masih lengang dari aktivitas pemudik pada Rabu (18/3/2026).
Kondisi ini memicu kekhawatiran para pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari keramaian penumpang bus.
Nana (42), salah seorang pedagang makanan ringan di terminal tersebut, hanya bisa terduduk lesu di depan kiosnya. Ia mengaku omzet penjualannya terjun bebas dibandingkan periode mudik tahun sebelumnya.
"Tahun lalu, H-5 Lebaran pendapatan harian bisa tembus Rp200 ribu sampai Rp300 ribu dengan mudah. Sekarang, untuk dapat Rp100 ribu sehari saja sangat susah," keluh Nana saat ditemui di sela kesibukannya memantau gawai di Terminal Bulupitu Purwokerto.
Dampak Bus Turunkan Penumpang di Luar Terminal
Nana menilai, sepinya pembeli di area kios bukan semata karena kurangnya jumlah pemudik, melainkan pola operasional bus yang tidak tertib.
Menurutnya, banyak bus, termasuk armada mudik gratis, yang justru menurunkan penumpang di luar area resmi terminal.
Baca juga: Lebaran 2026, Jumlah Penumpang Bus di Terminal Bulupitu Banyumas Melonjak
Hal ini membuat arus penumpang tidak melewati deretan kios pedagang. Ia berharap otoritas terkait dapat menertibkan armada bus agar masuk dan melakukan bongkar muat penumpang di dalam area terminal guna menghidupkan ekonomi lokal.
"Inginnya kalau bus gratis itu turunnya di dalam, jangan di luar. Biar terminal ramai dan kios-kios ada pembelinya," harapnya.
Harapan pada Arus Balik
Senada dengan Nana, Siti (67), pedagang lainnya, juga merasakan dampak dari sepinya Terminal Bulupitu Purwokerto tahun ini. Bahkan, ia menyebut untuk mendapatkan pendapatan Rp15 ribu dalam sehari saat ini terasa sangat berat.
"Sekarang sepi sekali, pembeli bisa dihitung jari. Mudah-mudahan nanti saat arus balik ada peningkatan pendapatan, biasanya di situ baru ramai," ungkap Siti optimis.
Kondisi lengangnya terminal di tengah puncak arus Mudik Lebaran 2026 ini menjadi sorotan bagi para pelaku usaha kecil di Banyumas.
Mereka berharap adanya kebijakan yang lebih berpihak pada keberlangsungan ekonomi pedagang di dalam fasilitas publik milik pemerintah tersebut. (fba)
Baca juga: Iran Berduka: Ali Larijani Tewas dalam Serangan Udara Israel saat Kunjungi Putrinya
| Iran Berduka: Ali Larijani Tewas dalam Serangan Udara Israel saat Kunjungi Putrinya |
|
|---|
| Lebaran 2026, Jumlah Penumpang Bus di Terminal Bulupitu Banyumas Melonjak |
|
|---|
| Cerita Pemudik di Terminal Bulupitu Purwokerto, Yuni lebih Nyaman Pakai Bus |
|
|---|
| Sewa Mobil Rp 500 Ribu hingga 1,5 Juta per Hari Tapi Laris di Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/sepi-pembeli.jpg)