Jumat, 1 Mei 2026

Berita Banyumas

6000 Botol Miras Hasil Operasi Pekat di Banyumas Dimusnahkan, Ramadan 2026 Tetap Aman

Polresta Banyumas memuasnahkan 6000 botol miras hasil Operasi Pekat hingga pertengahan Ramadan 2026.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
PEMUSNAHAN MIRAS - Sebanyak 6.000 botol minuman keras hasil operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang digelar Polresta Banyumas sepanjang bulan Ramadan 2026 dimusnahkan lewat cara digilas menggunakan alat berat stum, Kamis (12/3/2026). Penindakan terhadap peredaran miras menjadi bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan. 
Ringkasan Berita:
  • Polresta Banyumas memusnahkan sekitar 6000 botol miras hasil operasi Pekat hingga pertengahan Ramadan 2026.
  • Operasi Pekat digelar untuk memastikan keamanan dan ketertiban warga selama Ramadan 2026.
  • Selama arus mudik dan balik Lebaran 2026, Polresta Banyumas menerjunkan 822 personel gabungan untuk mengamankannya.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Polresta Banyumas memusnahkan sekitar 6.000 botol minuman keras hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar hingga pertengahan Ramadan 2026.

Pemusnahan dilakukan dalam Apel Gelar Pasukan Pengamanan Lebaran 2026 di halaman Mapolresta Banyumas, Kamis (12/3/2026). 

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi mengatakan, penindakan terhadap peredaran miras menjadi bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan 2026.

"Ini bagian dari Operasi Pekat dan kegiatan rutin agar situasi tetap kondusif selama Ramadan," kata Petrus.

Amankan Titik Strategis

Selain penindakan miras, Polresta Banyumas juga menyiapkan ratusan personel untuk pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Baca juga: Perbaikan Jalur Mudik Banyumas Hanya Penambalan, Bupati Sadewo: Jangan Dibully, Duitnya Tidak Ada

Sebanyak 822 personel diterjunkan dalam Operasi Ketupat untuk mengamankan berbagai titik strategis di wilayah Banyumas.

Sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan juga telah disiapkan, antara lain di Alun-alun Purwokerto, jalur mudik utama, Stasiun Purwokerto, serta Terminal Bulupitu.

Polisi juga menyiapkan berbagai fasilitas untuk membantu para pemudik, seperti bengkel mobile, layanan medis, derek kendaraan, hingga tempat istirahat.

Selain itu, rekayasa lalu lintas berupa sistem buka tutup arus akan diterapkan jika terjadi lonjakan kendaraan.

Skema tersebut akan difokuskan di wilayah Wangon dan Purwokerto, terutama mengantisipasi kepadatan di Simpang Empat SPBU Ajibarang yang kerap menjadi titik rawan kemacetan.

Baca juga: Banyumas Masuk 5 Besar Tujuan Pemudik, Bupati Sadewo Ingin Pastikan Mereka Aman, Nyaman dan Bahagia

Petrus mengatakan, puncak arus mudik di wilayah Banyumas diperkirakan terjadi pada 18-20 Maret 2026 atau H-3 Lebaran.

Ia juga mengimbau masyarakat yang akan mudik Lebaran memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan.

Warga yang meninggalkan rumah dalam waktu lama diminta melapor ke polsek setempat agar dapat ikut dipantau oleh petugas.

"Sepeda motor dikunci ganda, rumah dipastikan aman, dan saat bepergian, jangan memakai aksesoris berlebihan karena bisa memicu kejahatan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved