Perampokan di Kebasen Banyumas
Dua Perampok Satroni Rumah Lansia di Kebasen Banyumas, Gasak Uang dan Emas Hampir 100 Gram
Dua perampok menyatroni rumah lansia di Kebasen Banyumas. Mereka menggasak uang tunai dan emas hampir 100 gram.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Ancaman "mau hidup atau mati?" dilontarkan perampok kepada Parsiti (70), seorang lansia pemilik rumah di Desa Karangsari, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (14/2/2026) tengah malam.
Tak sekadar ancaman, pelaku kemudian memukul dan mengikat tangan Parsiti dan anaknya, Parno (44), menggunakan lakban.
Perampok yang terdiri dari dua orang itu kemudian menggasak barang berharga pemilik rumah, di antaranya uang tunai, kartu ATM dan PIN-nya, serta emas hingga hampir 100 gram.
Kepala Dusun Karangsari Ikung menuturkan, perampokan itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.
Saat itu, kondisi desa sedang diguyur hujan sehingga suasana sekitar rumah korban sepi dan tak banyak warga yang mengetahui kejadian tersebut.
Menurutnya, dua orang pelaku diduga masuk ke rumah korban melalui jendela bagian depan.
Saat itu, korban Parsiti terbangun dan keluar kamar karena mendengar suara mencurigakan.
"Masuk lewat jendela depan, terus ibunya keluar melihat, lalu langsung dipukuli."
"Setelah itu, diikat pakai lakban," kata Ikung kepada Tribunbanyumas.com, Senin (16/2/2026).
Baca juga: Rekaman CCTV Aman, Polisi Buru Perampok Kotayasa Banyumas: Perawakan dan Logat Dikantongi
Mendengar keributan, anak Parsiti, Parno, keluar kamar.
Namun, dia juga lagnsung diserang dan dipukuli pelaku.
Keduanya kemudian diikat menggunakan lakban.
Setelah korban tak berdaya, pelaku mencari sendiri harta benda di dalam rumah.
Aksi tersebut berlangsung sekitar setengah jam.
"Mereka nyari sendiri posisi hartanya."
"Uang, emas, sama ATM juga diambil."
"Emasnya sekitar 95 sampai 100 gram," jelasnya.
Gunakan Logat Ngapak
Ikung menambahkan, pelaku berjumlah dua orang dan semuanya laki-laki.
Ia menduga, pelaku berasal dari daerah sekitar karena menggunakan logat ngapak.
Seusai mengambil barang berharga, pelaku melarikan diri melalui jendela yang sama.
Tidak ada tetangga yang mengetahui kejadian tersebut karena kondisi hujan.
"Korban ibu dan anak tinggal berdua, tapi ada salah satu anak yang kerja di luar negeri."
"Kondisi korban sudah divisum, cuma masih trauma," imbuhnya.
Bawa Senjata Tajam
Sementara itu, Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi mengatakan, peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.05 WIB.
Laporan adanya perampokan itu diterima petugas sekitar pukul 02.00 WIB.
Ia menjelaskan, dua perampok tersebut diduga sudah berada di dalam rumah saat korban beristirahat.
"Saat korban keluar kamar, dua pelaku yang sudah berada di dalam rumah langsung melakukan penganiayaan, mengikat tangan korban menggunakan lakban, serta mengancam dengan senjata tajam jenis celurit," jelasnya.
Baca juga: Dua Mobil Pedagang di Cilongok Banyumas Hangus Terbakar Jelang Subuh
Anak korban yang terbangun karena kegaduhan juga mengalami perlakuan serupa.
Kedua pelaku kemudian mengambil uang tunai sebesar Rp7.350.000, sejumlah perhiasan emas yang masih dalam pendataan, serta tiga kartu ATM milik anggota keluarga korban yang disertai nomor PIN.
Setelah pelaku pergi, korban bersama anaknya berhasil melepaskan ikatan sekitar pukul 00.45 WIB.
Mereka kemudian meminta pertolongan kepada anggota keluarga yang tinggal di belakang rumah, sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa dan kepolisian.
Unit Reskrim bersama SPKT Polsek Kebasen langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan Unit Inafis dan Tim Resmob.
"Saat ini, kami terus mengintensifkan pengumpulan keterangan dari pelapor maupun para saksi sekaligus memburu keberadaan terduga pelaku," ujar Petrus.
Polresta Banyumas juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (satkamling) sebagai langkah pencegahan.
Selain itu, patroli pada jam rawan di kawasan permukiman, pertokoan, dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat juga ditingkatkan, serta menggandeng pemerintah desa dan elemen masyarakat untuk memperkuat keamanan lingkungan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/16022026-olah-tkp-pencurian-di-kebasen-banyumas.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.