Berita Banyumas
Hadir di Banyumas, Ojek Online Tanpa Download Aplikasi!
Bagi kami, persoalan utama bukan sekadar siapa yang paling canggih, tetapi siapa yang paling berpihak.
Penulis: rajif | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) Banyumas meluncurkan ojek online tanpa download aplikasi
- Ojek online ini dikelola secara professional melalui web Antarkita.com.
- Bagi calon penumpang, pesan mudah, cepat, tanpa ribet. Cukup hubungi atau klik, langsung jalan.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) Banyumas bakal segera meluncurkan ojek online tanpa download aplikasi, yang dikelola secara profesional oleh Antarkita.com.
Bagaimana caranya?
Bagi calon penumpang, pesan mudah, cepat, tanpa ribet. Cukup hubungi atau klik, langsung jalan.
Ketua Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) Banyumas, H. Latif Muchozin, mengatakan, di tengah dominasi modal besar, korporasi raksasa, dan sistem ekonomi yang kian terpusat, umat Islam—termasuk warga Muhammadiyah—tidak boleh terus berada pada posisi sebagai pasar dan konsumen semata. Diperlukan ikhtiar sadar, terencana, dan berjama’ah untuk membangun kemandirian ekonomi.
“Membangun ekonomi jama’ah harus dimulai dari niat yang lurus: mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada ekonomi luar. Bukan untuk menutup diri, tetapi agar jama’ah memiliki daya tawar, kemandirian, dan martabat,” ujar H. Latif Muchozin, Selasa (6/1/2026).
Bagi pemesan, bisa menghubungi Pesan layanan: +62-851-2462-1303. Sementara itu, bagi yang ingin menjadi mitra, bisa mendaftar ke +62-851-2262-5529.
Bagi mitra ojek motor, dikenai iuran Rp 75.000 perbulan, sedangkan untuk mobil Rp 150.000 dengan minimal trip 10/hari.
“Jadi kalau dihitung secara komulatif, sistem iuran keanggotaan kalau dikonversi 5 persen pendapatan untuk pengelola. Sangat kecil sekali, sementara keuntungan terbesar ada pada mitra (ojek),” tandasnya.
H. Latif Muchozin menjelaskan bahwa ekonomi jama’ah bukan sekadar aktivitas bisnis, melainkan bagian dari strategi besar membangun kekuatan umat. Tanpa fondasi ekonomi yang kuat, dakwah, pendidikan, kesehatan, dan amal usaha Muhammadiyah akan selalu berada dalam kondisi rentan.
Ia menekankan bahwa kemandirian ekonomi jama’ah harus dibangun secara bertahap dan realistis, dimulai dari penguatan pelaku usaha internal, jejaring saudagar, serta kesadaran kolektif untuk saling menopang.
Baca juga: Tahun Ini Stadion Moh Sarengat Batang Miliki Jogging Track Standar Nasional, Proyek Telah Berjalan
“Kemandirian tidak lahir dari menunggu bantuan, tetapi dari keberanian memulai dengan apa yang kita miliki,” tegasnya.
Menurutnya, saat ini, hampir seluruh mata rantai ekosistem bisnis berada di luar jangkauan umat Islam, dari produksi, distribusi, hingga layanan berbasis teknologi, kendali sistem lebih banyak berada di tangan pemodal besar dan platform raksasa.
Ojek online tidak terkecuali. Ia telah menjadi bagian dari denyut kehidupan harian masyarakat—mengantar orang, makanan, dan kebutuhan. Namun di balik kemudahan itu, sistemnya tertutup, terpusat, dan jauh dari jangkauan kemandirian umat. Relasi yang terbangun bukan lagi hubungan antarmanusia, melainkan hubungan antara manusia dan algoritma.
“Kondisi inilah yang melatarbelakangi kehadiran Antarkita.com,” jelasnya.
Ia menegaskan, Antarkita.com tidak hadir sebagai pesaing platform ojek online besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ojek-online-jsm.jpg)