Kamis, 11 Juni 2026

Berita Cilacap

Beroperasi Juli 2026, Pembanguan Sekolah Rakyat Cilacap Baru Separuh Jadi

Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Jenang Kabupaten Cilacap, terus dikebut dan kini telah progres 56 persen

Tayang:
Tribun Banyumas/Rayka Diah Setianingrum
Sekolah Rakyat - Kepala Dinsos PP PA Kabupaten Cilacap, Moch Ichlas Riyanto saat dimintai keterangan terkait pembangunan sekolah rakyat, Kamis (11/6). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP- Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Jenang, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, terus dikebut dan kini telah mencapai progres sekitar 56 persen. 

Ini  sebagai bagian dari upaya pemerintah menyediakan akses pendidikan gratis bagi keluarga kurang mampu.

"Kondisi pembangunan saat ini sudah mencapai sekitar 56 persen dan kami terus mendorong percepatan agar fasilitas utama dapat segera digunakan untuk kegiatan belajar mengajar," kata Kepala Dinas Sosial dan PP PA Kabupaten Cilacap, Moch Ichlas Riyanto, Kamis (11/6/2026).

Sekolah Rakyat yang dibangun di atas lahan seluas 5,5 hektare itu ditargetkan mulai beroperasi pada awal hingga pertengahan Juli 2026 dengan kapasitas awal sebanyak 270 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

"Harapan kami pada awal atau pertengahan Juli nanti sekolah sudah bisa menerima siswa sehingga minimal 270 peserta didik dapat mulai mengikuti proses pembelajaran," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama pihak pelaksana pembangunan terus berupaya menuntaskan sarana pendukung seperti ruang kelas, asrama, dapur, ruang guru, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya sebelum tahun ajaran baru dimulai.

"Kami berharap seluruh fasilitas dasar yang dibutuhkan siswa dapat diselesaikan pada akhir Juni sehingga operasional sekolah tidak mengalami kendala saat menerima peserta didik baru," jelasnya.

Di sisi lain, proses penerimaan siswa juga terus dilakukan dengan mengacu pada data keluarga miskin ekstrem yang diperoleh langsung dari Kementerian Sosial sebagai sasaran utama program Sekolah Rakyat.

"Data calon siswa sudah kami terima dari Kementerian Sosial, terutama keluarga pada desil satu dan desil dua yang menjadi prioritas penerima manfaat program ini," ungkap Ichlas.

Untuk menjaring calon peserta didik yang memenuhi syarat, Dinas Sosial menggandeng pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di seluruh kecamatan guna melakukan penjangkauan langsung kepada keluarga sasaran.

"Kami melakukan penjangkauan melalui pendamping PKH di seluruh wilayah Cilacap untuk memastikan anak-anak yang layak, termasuk yang putus sekolah, dapat terakomodasi dalam program ini," katanya.

Baca juga: Dampak Kenaikan Harga Pertamax Mulai Terasa, Ketua DPRD Cilacap Minta Warga Tak Hujat Pemerintah

Hingga saat ini minat pendaftaran untuk jenjang SMP dan SMA terus meningkat, meski proses verifikasi dan validasi data masih dilakukan agar penerima manfaat benar-benar sesuai kriteria yang ditetapkan.

"Untuk SMP dan SMA jumlah peminat sudah mendekati 200 hingga 300 orang, namun seluruh data tetap kami verifikasi agar sasarannya tepat," tuturnya.

Sementara itu, jumlah calon peserta didik untuk jenjang sekolah dasar masih tergolong rendah sehingga pemerintah terus memperluas upaya penjangkauan ke masyarakat.

"Untuk tingkat SD jumlah yang terdata masih sangat sedikit sehingga kami kembali melakukan penjangkauan dan pelaporan kepada Kementerian Sosial," katanya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved