Berita Cilacap
30 Tahun tak Tersentuh Pemerintah, Warga Gandrungmangu Cilacap Nekat Bangun Jalan Sendiri
Warga Desa Karanganyar, Gandrungmangu, Cilacap, nekat membangun jalan desa secara swadaya tanpa bantuan pemerintah
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Warga RT 06 RW 01 Desa Karanganyar, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, nekat membangun jalan desa secara swadaya setelah puluhan tahun tak tersentuh pembangunan.
“Kalau status jalan ini masih jalan lingkungan dan sejak 1995 belum pernah ada pembangunan dari desa maupun pihak lain,” ujar Bendahara RT 06, Teguh Santos, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, jalan tersebut menjadi akses penghubung antar dusun yang cukup vital bagi aktivitas warga sehari-hari.
“Jalan ini menghubungkan Dusun Pengampiran ke Dusun Ciloning dan juga menjadi akses menuju sekolah SLB di ujung jalan,” katanya.
Menurutnya, selama ini warga hanya melakukan perawatan seadanya secara gotong royong tanpa dukungan anggaran resmi dari pemerintah.
“Selama ini perawatan ya dari warga sendiri, kalau ada dana kita belikan material, karena memang belum pernah ada pembangunan dari dana desa,” jelasnya.
Teguh menyebut, satu-satunya pembangunan yang pernah dilakukan hanya berupa pengaspalan di bagian ujung jalan pada Agustus 2025.
“Yang pernah dibangun itu di ujung jalan sekitar Agustus 2025, itupun pakai dana bansos, bukan dari ADD,” ungkapnya.
Baca juga: Kerupuk Berpewarna Pakaian Masih Ditemukan di Pasar Banyumas
Ia mengaku, berbagai usulan perbaikan jalan sudah sering diajukan warga melalui forum RT, namun belum juga terealisasi.
“Setiap ada pertemuan pasti kita ajukan, tapi ya selalu sebatas harapan tanpa kepastian,” ucapnya.
Kondisi tersebut mendorong warga untuk mengambil inisiatif memperbaiki jalan secara mandiri menggunakan dana kas yang dikumpulkan sejak lama.
“Akhirnya kita sepakat pakai dana swadaya dari kas warga yang sudah terkumpul sejak 1995,” katanya.
Ia menyebut, total anggaran yang digunakan untuk pembangunan jalan tersebut mencapai sekitar Rp70 juta hingga Rp75 juta.
“Kalau dana yang kita pegang sekitar Rp70 juta, tapi total kebutuhan diperkirakan sekitar Rp75 juta,” jelasnya.
Pembangunan jalan dilakukan selama dua hari pada 6 hingga 7 April 2026 dengan metode rabat beton.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Jalan-swadaya-cilacap.jpg)