Senin, 20 April 2026

Kebumen Berdaya

Kampung Nelayan Merah Putih Kebumen Senilai Rp 10 M Selesai Dibangun

Pada tahun 2025, produksi perikanan tangkap Kebumen mencapai 14.748 ton dengan nilai ekonomi menembus Rp 216,25 miliar.

Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas
Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, melaksanakan kunjungan kerja di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Kamis 5 Maret 2026. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, melaksanakan kunjungan kerja di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Kamis 5 Maret 2026.

Kedatangan Menteri disambut langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, bersama Wakil Bupati Zaeni Miftah, mantan Bupati Ir Mohammad Yahya Fuad SE, Sekda Edi Rianto, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Kampung Nelayan Merah Putih Karangduwur merupakan kawasan strategis yang dihuni oleh 5.136 jiwa dari 1.572 Kepala Keluarga (KK).

Sektor kelautan menjadi tulang punggung ekonomi wilayah ini dengan 441 nelayan yang mengoperasikan 322 unit kapal. Komoditas unggulan yang dihasilkan meliputi ikan layur, trejet, tongkol, udang, dan bawal.

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengucurkan anggaran fisik sebesar Rp 10,1 miliar untuk membangun 19 poin intervensi infrastruktur guna meningkatkan produktivitas nelayan, di antaranya:

Fasilitas Operasional: Shelter pendaratan ikan, tangga pendaratan, area parkir perahu, dan tangki air laut (5.000 liter).


Sarana Pendukung: Pabrik es portable slurry, gudang beku portable, kios perbekalan, dan kios kuliner.

Sanitasi & Lingkungan: IPAL, tempat pembuangan sampah (TPS), tangki air bersih (12.000 liter), serta toilet umum.

Infrastruktur Umum: Kantor pengelola, balai nelayan, musholla, gerbang gapura, rumah genset, dan penerangan jalan.

Kepala DLHKP Kebumen, Asep Nurdiana, menjelaskan bahwa KNMP merupakan program transformasi fisik dan ekonomi. Operasional seluruh fasilitas ini nantinya akan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

"Pembangunan di Karangduwur ini telah selesai 100 persen dan tinggal menunggu peresmian serentak. Tahun 2025 lalu terdapat 100 titik KNMP se-Indonesia, dan tahun 2026 direncanakan mencapai 1.000 titik. Kami juga telah mengusulkan lokasi tambahan seperti TPI Pasir, Tanggulangin, Argopeni, dan Karangbolong," ujar Asep.

Baca juga: Pakar Tenangkan Warga Meski Cadangan BBM Indonesia Hanya Sampai 20 Hari

Selain membahas KNMP, Asep Nurdiana juga memberikan penjelasan terkait status Pengelolaan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Tegalretno, Petanahan, yang kini dialihkan pengelolaannya dari KKP kepada PT Agrinas Jaladri Nusantara.

Menurutnya, saat ini proses inventarisasi aset untuk pelimpahan dari KKP kepada pihak Agrinas masih berlangsung dan membutuhkan waktu agar transisi berjalan sesuai prosedur.

"Masih operasional, karyawannya juga masih kerja," jelasnya.

Sementara itu Ketua Koperasi Desa Merah Putih, Miftakhudin, menambahkan bahwa kehadiran koperasi bertujuan meningkatkan daya saing nelayan.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved