Senin, 13 April 2026

Berita Banyumas

Awal Tahun 2026, Dinkes Banyumas Temukan 12 Kasus Campak dan 1 Rubella

kasus campak juga mengalami peningkatan dibandingkan awal tahun lalu meskipun tidak signifikan. 

Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
MASYARAKAT BEROBAT- Warga sedang menunggu antrean berobat di Puskesmas Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Selasa (3/3/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO-  Kasus campak saat ini tengah naik di Indonesia. 


Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat, secara nasional hingga minggu ke-7 tahun 2026, ditemukan 8.224 kasus suspek campak dan 572 kasus terkonfirmasi positif.


Bahkan, ada empat kasus kematian karena campak di Indonesia. 


Di Kabupaten Banyumas, kasus campak juga mengalami peningkatan dibandingkan awal tahun lalu meskipun tidak signifikan. 


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) Banyumas, Sito Hatmoko mengatakan, jika melihat angka memang terjadi peningkatan.


Data tahun 2025, kasus tercatat 719 suspek, 38 positif campak (Morbilli), dan 20 positif Rubella. 


Sedangkan awal tahun 2026, sudah tercatat 94 suspek, 12 positif campak (Morbilli), dan 1 positif Rubella.


"Tahun sebelumnya di awal tahun tidak sampai segitu (12 kasus positif, red). Tapi di Banyumas, tidak ada kasus campak hingga menyebabkan meninggal dunia," ujarnya kepada tribunbanyumas.com, Selasa (3/3/2026).


Sito mengatakan, meningkatnya kasus campak umumnya disebabkan karena daya tahan tubuh yang sedang tidak bagus.


Sehingga sekalipun sudah vaksin namun daya tahan tubuh tidak bagus, maka tetap bisa terkena.


Saat ditanya gerakan antivaksin, menurut Sito, secara umum di Banyumas ada, tetapi tidak banyak.


"Ada beberapa orang secara perorangan menolak vaksin dengan berbagai alasan. Tapi tidak banyak," ungkapnya. 


Apa Itu Campak?


Kepala Dinkes KB Banyumas, dr Dani Esti Novia mengatakan, campak merupakan infeksi pernapasan yang penularannya melalui udara.
 
Ada dua jenis virus, yaitu virus Morbilli dan virus Rubella. 

Baca juga: Banyak Kasus Perampokan di Banyumas, Ketua DPRD Agus Priyanggodo Minta Pos Ronda Diaktifkan Lagi


Campak ini banyak dialami oleh anak di bawah usia 5 tahun dengan gejala demam, batuk, pilek, dan beberapa hari setelahnya timbul ruam kemerahan.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved