Kamis, 30 April 2026

Berita Cilacap

Berdiri Sejak 1899, Klenteng Lam Tjeng Kiong Cilacap Lestarikan Jamasan Jelang Imlek

bersih-bersih bukan sekadar rutinitas, melainkan simbol membuang hal-hal lama dan menyambut harapan baru.

Tayang:
Tribun Banyumas/Rayka Diah Setianingrum
Tahun Baru Imlek - Umat dan pengurus membersihkan altar dan patung dewa di Klenteng Lam Tjeng Kiong Cilacap yang berdiri sejak 1899 menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Aroma dupa yang samar bercampur dengan bau kayu tua menyelimuti ruang utama Klenteng Lam Tjeng Kiong Cilacap saat sejumlah umat tampak sibuk membersihkan altar dan patung dewa menjelang Tahun Baru Imlek 2026, Jumat (13/2/2026).


Bangunan yang berdiri kokoh sejak 1899 itu tak sekadar menjadi tempat ibadah, tetapi juga saksi perjalanan sejarah komunitas Tionghoa di Cilacap yang terus merawat tradisi lintas generasi.


Satu per satu perlengkapan sembahyang dikeluarkan dari tempatnya, mulai dari tempat dupa, tempat minyak, tempat abu, hingga ornamen dan bendera-bendera yang menghiasi ruang ibadah.


Di bagian depan altar, patung-patung dewa dibersihkan dengan hati-hati, dilap perlahan agar kembali berkilau saat malam pergantian tahun tiba.


Sebanyak 87 pasang lampion merah juga diturunkan untuk dicek ulang sebelum kembali dipasang rapi menyambut datangnya Imlek pada Selasa, 17 Februari 2026.


Sekretaris Klenteng Lam Tjeng Kiong, Effendy, mengatakan kegiatan bersih-bersih ini menjadi bagian penting dalam menyambut tahun baru.


“Kita hari ini bersih-bersih kelenteng, peralatan-peralatan semua dikeluarkan untuk menyambut Imlek yang jatuh besok hari Selasa tanggal 17,” ujar Effendy.

Baca juga: Benedikt Ungkap Peluang Jadi Perawat di Jerman Terbuka, Gaji 4000 Euro


Menurutnya, tradisi ini biasanya dilakukan lima hingga tujuh hari sebelum Imlek sebagai bentuk persiapan lahir dan batin.


“Kalau menjelang Imlek memang lima atau tujuh hari sebelumnya kita melakukan kegiatan ini supaya saat perayaan semuanya sudah siap,” katanya.


Karena persiapan dilakukan di hari kerja, sebagian umat yang berjumlah sekitar 250 kepala keluarga (KK) tidak bisa hadir seluruhnya sehingga pengurus turut melibatkan tenaga tambahan.


“Berhubung hari ini bukan hari libur, ada yang masih sibuk sendiri-sendiri, jadi kita juga ada sebagian tenaga panggilan untuk membantu,” jelasnya.


Bagi umat di klenteng yang telah berusia lebih dari satu abad ini, bersih-bersih bukan sekadar rutinitas, melainkan simbol membuang hal-hal lama dan menyambut harapan baru.


“Setiap tahun baru, baik nasional, Jawa maupun Imlek, harapannya sama, kita ingin tahun yang akan datang lebih baik dari tahun sebelumnya,” ungkap Effendy.


Memasuki Tahun Kuda Api di Imlek 2026, ia berharap semangat kerja keras dan kelincahan yang menjadi simbol kuda bisa menginspirasi umat dalam menjalani tahun yang baru.


“Tahun Kuda Api ini bisa dilambangkan dengan tetap kerja keras, gesit dan lincah, semoga membawa semangat baru untuk kita semua,” pungkasnya.


Di bawah cahaya lampion merah yang segera kembali menyala, Klenteng Lam Tjeng Kiong seolah bersolek, menjaga tradisi yang telah dirawat sejak 1899, sambil menyambut lembaran baru penuh harapan di Tahun Baru Imlek 2026. (ray)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved