Rabu, 8 April 2026

Berita Cilacap

Longsor di Desa Pamulihan Cilacap, Enam Rumah Rusak dan Puluhan Lain Terancam

Enam rumah yang dihuni tujuh kepala keluarga atau 25 jiwa terdampak langsung material longsor.

Tribun Banyumas
Peninjauan - Petugas BPBD Cilacap bersama DPRD dan Forkompimcam Karangpucung meninjau lokasi tanah longsor di Dusun Kalipada, Desa Pamulihan, Kamis (12/2/2026), setelah enam rumah terdampak dan puluhan lainnya terancam pergerakan tanah akibat hujan deras. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Karangpucung selama hampir dua pekan terakhir memicu tanah longsor di Dusun Kalipada RT 03 dan 04 RW 05 Desa Pamulihan, Rabu (11/2/2026) sore sekitar pukul 17.30 WIB.


Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, mengatakan longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat turun sejak pukul 15.00 WIB hingga 19.30 WIB.


“Curah hujan tinggi hampir dua minggu berturut-turut menyebabkan retakan tanah semakin melebar dan akhirnya sebagian tebing longsor,” ujar Taryo, Kamis (12/2/2026).


Ia menjelaskan selain hujan deras, saluran air dan sungai yang kurang lancar akibat sumbatan sampah turut memperparah kondisi tanah di lokasi kejadian.


“Air yang tidak mengalir lancar memperbesar tekanan di area retakan sehingga memicu longsoran,” jelasnya.


Akibat kejadian tersebut, sebanyak enam rumah yang dihuni tujuh kepala keluarga atau 25 jiwa terdampak langsung material longsor.


“Enam rumah terdampak dengan kondisi beragam, mulai dari dinding jebol, retak, hingga menempel dengan tanah longsoran,” ungkap Taryo.

Baca juga: Menanti Laga Final Persak Kebumen Vs Persibangga di Jatidiri Semarang


BPBD Cilacap juga mencatat sedikitnya 28 rumah lainnya terancam pergerakan tanah dan berpotensi mengalami longsor susulan apabila hujan deras kembali turun.


“Total ada puluhan rumah terancam, dengan rincian 24 rumah dihuni 27 KK atau 81 jiwa dan tiga rumah dihuni lima KK atau 12 jiwa dalam kondisi rawan,” katanya.


Di lokasi kejadian, ditemukan sedikitnya delapan titik longsor yang tersebar di sekitar patahan tanah.


“Masih ada penurunan tanah di beberapa titik sehingga situasi terus kami pantau,” ujarnya.


Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa meski warga sempat panik saat longsoran terjadi menjelang petang.


“Korban jiwa nihil, namun warga tetap kami evakuasi untuk menghindari risiko longsor susulan,” tegas Taryo.


BPBD Cilacap bersama DPRD Kabupaten Cilacap dari Fraksi PDIP, Golkar dan PKB, Forkompimcam Karangpucung serta Pemerintah Desa Pamulihan telah melakukan peninjauan dan pendataan kebutuhan warga terdampak.


“Kami sudah mengevakuasi warga yang rumahnya terancam dan menyiapkan Balai Desa Pamulihan sebagai posko darurat,” katanya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved